Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan [DESA MERDEKA] – Pemudik yang hendak melintasi Jalan Lintas Sumatera di wilayah Bumi Sebimbing Sekundang tampaknya harus ekstra bersabar dan melipatgandakan kewaspadaan. Jalur mudik OKU, khususnya rute sepanjang 59 kilometer yang membentang dari Simpang Meo hingga Baturaja menuju Kabupaten Muara Enim, terpantau dikepung oleh ratusan titik kerusakan fisik jalan dan kelokan tajam yang menantang maut.
Satuan Lalu Lintas Polres OKU membeberkan data yang cukup mencengangkan untuk dipetakan oleh para pengendara. Tidak main-main, di sepanjang rute perdesaan ini terdapat 71 titik tikungan landai dan 88 titik tikungan tajam. Kondisi ini diperparah oleh potret buruknya infrastruktur jalan yang mencakup 37 titik jalan rusak, 11 titik jalan bergelombang, serta ranjau jalan berupa 88 lubang berukuran dalam dan 283 lubang landai.

“Setelah kami lakukan pengecekan, memang terdapat banyak tikungan tajam dan jalan yang berlubang di jalur Simpang Meo-Baturaja. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada seluruh pemudik untuk lebih berhati-hati dan waspada saat melintasi jalur tersebut,” ujar Kapolres OKU, AKBP Arif Harsono, didampingi Kabag Ops Kompol Liswan Nurhafis, Senin (17/4/2023).
Merespons kerawanan tersebut, Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu bersama Pemerintah Kabupaten OKU langsung bergerak mengambil langkah proaktif. Mulai 18 April hingga 1 Mei 2023, Operasi Ketupat Musi 2023 resmi digelar untuk mengawal pergerakan masyarakat yang masuk maupun keluar dari wilayah hukum Polres OKU, yang kemudian bakal disambung dengan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 10 Mei 2023.
Kapolres OKU, AKBP Arif Harsono, menegaskan bahwa fokus utama sinergi antarlembaga ini adalah menjamin kenyamanan pengendara di tengah jalur yang ekstrem. Pihaknya menyiagakan total 231 personel, yang terdiri atas 117 personel kepolisian dan 114 personel gabungan dari TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait.
Guna memberikan pelayanan dan tempat beralih bagi pemudik yang kelelahan, petugas telah mendirikan enam pos strategis di sepanjang jalur mudik OKU. Pos-pos tersebut terbagi menjadi satu pos terpadu, tiga pos pengamanan, dan dua pos pelayanan. Para pelintas diimbau untuk tidak memaksakan diri, mematuhi rambu lalu lintas, dan memanfaatkan pos pengamanan yang ada demi memastikan perjalanan kembali ke kampung halaman berjalan dengan selamat.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.