Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 13 Feb 2026 12:30 WIB ·

Wamendagri Bima Arya: Dana Desa Bukan Satu-Satunya Sumber


					
Wamendagri Bima Arya Sugiantoro memberikan pengarahan dalam kegiatan sosialisasi terkait dana desa di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, Kamis (12/2/2026) petang. (Image courtesy: ANTARA) Perbesar

Wamendagri Bima Arya Sugiantoro memberikan pengarahan dalam kegiatan sosialisasi terkait dana desa di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, Kamis (12/2/2026) petang. (Image courtesy: ANTARA)

Surabaya, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Era ketergantungan desa terhadap kucuran dana pusat mulai menemui titik balik. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, menegaskan bahwa perangkat desa harus mulai cerdik melihat peluang insentif lain dan berhenti hanya terpaku pada Alokasi Dana Desa (ADD). Hal ini disampaikan dalam sosialisasi pengawasan dana desa di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, Kamis (12/2/2026).

Bima Arya menekankan bahwa meski terdapat penyesuaian anggaran, pemerintah pusat justru memperbanyak program sektoral yang langsung menyentuh desa. Fokus utama saat ini bukan lagi sekadar besaran angka, melainkan tata kelola yang transparan agar uang rakyat tidak “mampir” ke kantong pejabat.

“Dana desa hanyalah salah satu sumber. Saat ini banyak program seperti Kampung Nelayan, Koperasi Desa, hingga Koperasi Merah Putih yang dananya mengalir deras ke desa. Kuncinya adalah sinkronisasi dan transparansi,” tegas Bima Arya.

Strategi “Makan Bergizi Gratis” Sebagai Motor Ekonomi
Menanggapi isu pengurangan dana desa, Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) justru menawarkan perspektif optimis. Jember membidik program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai mesin baru penggerak ekonomi desa.

Jika 300 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jember berjalan maksimal, diprediksi akan ada perputaran uang mencapai Rp4 triliun yang masuk ke wilayah tersebut. Angka ini jauh melampaui nilai dana desa konvensional, asalkan perangkat desa mampu memaksimalkan potensi produksi lokal untuk menyuplai kebutuhan program tersebut.

Peringatan Keras Bagi 48 Desa di Jember
Di tengah ambisi kemandirian tersebut, terselip catatan merah bagi Kabupaten Jember. Terungkap bahwa sebanyak 48 desa belum bisa mencairkan dana desa tahap II tahun anggaran 2025 dengan total nilai mencapai Rp13,078 miliar.

Hambatan pencairan ini menjadi sorotan tajam Kemendagri. Bima Arya mengingatkan bahwa penguatan tata kelola dan pengawasan adalah harga mati. Korupsi harus diberantas hingga ke tingkat desa agar dampak pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat, bukan sekadar menjadi laporan di atas kertas.

“Transparansi dan efisiensi adalah harga mati. Pemberantasan korupsi harus menjadi capaian yang dirasakan nyata oleh masyarakat desa,” pungkasnya di hadapan ratusan kepala desa se-Kabupaten Jember.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pendekatan Humanis Warga Percepat Proyek Fly Over Sitinjau

19 September 2026 - 11:12 WIB

Menghidupkan “Mati Suri” Digital di Gerbang Batas Belu

19 September 2026 - 06:45 WIB

Petaka Kotak Kuning di Ujung Antrean Tapal Batas

11 September 2026 - 12:36 WIB

Ibu-Ibu Dasawisma Dipaksa Jinakkan Bom Waktu Sampah Sumbar

3 September 2026 - 21:09 WIB

Dilema Songket di Marketplace, Ujian Berat Kepala DPMD Sumbar

3 September 2026 - 17:15 WIB

Infrastruktur Rapuh Jadi Batu Sandungan Terbesar UMKM Sumbar Naik Kelas

31 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Trending di KABAR PEMDA