Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

SOSBUD · 28 Agu 2023 20:12 WIB ·

Wamen Paiman Raharjo: Eks Tukang Sapu yang Gapai “Wahyu Kamulyan”


					Wamen Paiman Raharjo: Eks Tukang Sapu yang Gapai “Wahyu Kamulyan” Perbesar

Klaten, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Ada pesan kuat di balik riuhnya pagelaran wayang kulit di Desa Gemblegan, Klaten, Minggu (27/8) malam. Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Paiman Raharjo, pulang ke kampung halamannya bukan sekadar untuk berpesta, melainkan untuk membuktikan bahwa kasta sosial bukanlah penghalang kesuksesan.

Melalui lakon “Wahyu Kamulyan” yang dibawakan dalang Ki Tantut Sutanto, Paiman ingin masyarakat memaknai bahwa kemuliaan atau anugerah (kamulyan) adalah hak setiap orang. Pagelaran ini digelar sebagai wujud syukur atas HUT ke-78 RI sekaligus pelantikan dirinya sebagai Wakil Menteri.

Mematahkan Mitos Kasta Pejabat
Sudut pandang Paiman cukup berani dan out of the box. Ia secara terbuka mengapresiasi gaya kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang menurutnya telah meruntuhkan paradigma lama. Dahulu, kursi menteri atau pejabat tinggi dianggap hanya milik mereka yang memiliki modal besar, keturunan pejabat, atau darah biru politik.

“Kepemimpinan Jokowi membuktikan bahwa ‘Kasta Sudra’ atau orang biasa pun bisa menjadi Presiden, Menteri, hingga Wakil Menteri. Ini adalah motivasi nyata bagi rakyat bahwa yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin,” ujar Paiman di rumah Kalimasadha Nusantara.

Perjalanan dari Nol Besar
Paiman tidak bicara tanpa bukti. Ia mengisahkan sisi kelam masa lalunya yang pernah putus sekolah setelah lulus SMP. Demi menyambung hidup dan meraih cita-cita, ia rela melakoni pekerjaan sebagai tukang sapu. Ketekunan sebagai tenaga kebersihan itulah yang akhirnya membukakan jalan baginya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang STM hingga sukses seperti sekarang.

Menurutnya, kesuksesan bukanlah hak eksklusif orang kaya atau pemilik bakat sejak lahir. “Semua orang bisa memperoleh kemuliaan dengan bekerja keras, pantang menyerah, rajin berdoa, dan rajin bersedekah,” tegasnya di hadapan warga desa dan Wakil Bupati Klaten, Yoga Hadarya.

Harapan untuk Desa
Selain sebagai hiburan, pagelaran wayang ini menjadi simbol optimisme bagi masyarakat desa. Paiman berharap warga Desa Gemblegan dan sekitarnya tidak merasa rendah diri dalam bermimpi. Baginya, kedaulatan desa akan tercapai jika masyarakatnya memiliki mentalitas pejuang yang sama dengan tokoh-tokoh dalam pewayangan.

Acara yang berlangsung semalam suntuk ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum refleksi bagi warga Klaten tentang pentingnya kegigihan dalam mengubah nasib bangsa dari level desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

UMKM Lokal Hidupkan Festival Kuliner 100 Tahun Jam Gadang

21 Juni 2026 - 22:20 WIB

Ritual Sedekah Gunung, Kekuatan Budaya Warga Desa Lencoh

18 Juni 2026 - 04:22 WIB

Muharam di Desa: Momentum Revolusi Mental dan Etos Kerja

17 Juni 2026 - 15:31 WIB

Mandeh Siti Manggopoh, Inspirasi Pembangunan Desa Agam Modern

16 Juni 2026 - 13:46 WIB

Prasasti Kuno Buktikan Akar Sejarah Literasi Desa Nusantara

14 Juni 2026 - 08:22 WIB

Batik Singosari: Dari Sebatang Lilin Menuju Pengakuan Nasional

14 Juni 2026 - 05:43 WIB

Trending di SOSBUD