Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

JALAN JAJAN · 3 Apr 2023 21:43 WIB ·

Usaha Cendol Takjil Berbahaya Banyuasin Dibina Bukan Dipenjara


					Tim gabungan Pemkab Banyuasin dan BBPOM saat melakukan sidak jajanan takjil di Pasar Sukajadi. Perbesar

Tim gabungan Pemkab Banyuasin dan BBPOM saat melakukan sidak jajanan takjil di Pasar Sukajadi.

Banyuasin, Sumatera Utara [DESA MERDEKA] Pendekatan kemanusiaan dipilih Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam menangani temuan industri rumahan takjil berbahaya Banyuasin di pedesaan. Alih-alih langsung menjebloskan produsen ke sel tahanan, Bupati Banyuasin H. Askolani menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pembinaan total. Langkah ini diambil usai tim gabungan membongkar dapur produksi cendol merah berzat kimia berbahaya milik oknum K di Purwosari, Kecamatan Sembawa.

“Saya meminta agar pelaku tidak lagi memproduksi jajanan menggunakan bahan berbahaya. Saya kasihan, mereka warga kita juga, tapi tindakannya memang merugikan masyarakat,” ujar Askolani.

Melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag), pemkab kini fokus mengedukasi pelaku usaha mikro agar tetap produktif menggunakan bahan baku yang aman dan sehat.

Sikap humanis ini menjadi titik balik dari operasi senyap yang digelar tim gabungan pada Senin, 3 April 2023. Dipimpin Asisten II Setda Banyuasin, Drs. H.M. Yusuf, tim lintas sektor yang melibatkan Dinas Kesehatan, Satpol PP, Kejaksaan Negeri, hingga BBPOM bergerak menyisir lapak takjil di Pasar Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa. Dari 15 sampel pangan yang diuji langsung di lapangan—mulai dari mi, cincau, dawet, hingga tahu—petugas mendeteksi kandungan zat berbahaya spesifik pada varian cendol berwarna merah merona.

Eksekusi cepat pun dilakukan. Dinas Koperindag menyita seluruh produk seketika agar tidak telanjur dikonsumsi masyarakat untuk berbuka puasa.

Perburuan sumber polusi pangan ini tidak berhenti di meja pedagang pasar. Bermodal koordinasi taktis bersama Polres Banyuasin, Kasat Reserse Kriminal AKP Harry Dinar berhasil melacak rantai pasok hingga ke hulu, yakni lokasi pembuatan di kawasan Purwosari. Di sana, polisi mengamankan bukti otentik penggunaan pewang berbahaya yang menjadi campuran utama pewarna cendol.

Meski sempat kecolongan di satu titik produksi, Kepala Dinas Koperindag Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, menyebut tren keamanan pangan Ramadan tahun ini sejatinya membaik. Jumlah temuan komoditas berbahaya menurun dibanding tahun sebelumnya. Menanggapi situasi ini, Pemkab Banyuasin bersama aparat penegak hukum berkomitmen memperluas jangkauan sidak berkala ke seluruh pasar tradisional di wilayah Banyuasin demi menggaransi total keamanan isi piring warga.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 125 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Paket Wisata Hotel Mewah Wajib Gandeng Desa Wisata

17 Mei 2026 - 21:31 WIB

Mentawai: Menata Surga Dunia Agar Desa Tak Terpinggirkan

13 Mei 2026 - 09:40 WIB

Terobosan Guru MGMP IPS: Ubah Benteng Tua Jadi Ruang Kelas

2 Mei 2026 - 08:19 WIB

Bandara Mentawai Diperpanjang Akses Wisata Desa Kian Terbuka

29 April 2026 - 20:40 WIB

Vila Bodong Menjamur, Desa Hanya Jadi Penonton?

26 April 2026 - 13:07 WIB

Racikan Rempah Belakang Rumah: Primadona Baru Wisata Ambarawa

13 April 2026 - 17:51 WIB

Trending di JALAN JAJAN