Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

KESEHATAN · 24 Sep 2025 12:13 WIB ·

Upaya Kesehatan Jemput Bola, Puskesmas Pebayuran Berantas Kusta


					Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Bekasi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Pebayuran mengambil langkah proaktif dalam menanggulangi penyakit kusta. Melalui program pengobatan gratis, Puskesmas ini menyelenggarakan Active Case Finding (ACF) dan pemberian obat pencegahan (kemoprofilaksis) di Desa Kertajaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, pada Rabu (24/9/2025).

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Kantor Desa Kertajaya ini bertujuan untuk mendeteksi dan menangani kasus kusta sejak dini, serta mengurangi risiko penularan di masyarakat. Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi dalam upaya serius untuk menurunkan angka kasus kusta di wilayah setempat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Pebayuran, Noni Carolin, menjelaskan bahwa selain memberikan pengobatan gratis, tim medis juga melakukan deteksi dini secara intensif. “Pada hari ini kami melaksanakan pengobatan gratis khusus bagi warga yang mengidap penyakit kusta di Desa Kertajaya. Selain itu, tim kesehatan juga melakukan deteksi dini atau Active Case Finding agar kasus bisa segera ditangani sejak awal,” ujarnya.

Sebanyak 80 warga Desa Kertajaya berpartisipasi dalam pemeriksaan kesehatan ini. Mereka tidak hanya mendapatkan penanganan medis, tetapi juga menerima kemoprofilaksis, yaitu obat pencegahan bagi anggota keluarga dan warga yang memiliki kontak erat dengan penderita. Langkah ini krusial untuk memutus rantai penularan dan mencegah penyebaran lebih luas.

Lebih dari sekadar tindakan medis, Noni Carolin menekankan pentingnya edukasi untuk menghilangkan stigma sosial terhadap penderita kusta. “Kami berharap masyarakat tidak ragu memeriksakan diri, karena kusta bisa disembuhkan jika ditangani sejak dini,” katanya. Stigma sosial seringkali menjadi hambatan utama bagi penderita untuk mencari pengobatan, yang berakibat pada keterlambatan penanganan dan peningkatan risiko penularan.

Respons dari warga Desa Kertajaya sangat positif. Mereka menyambut baik inisiatif Puskesmas Pebayuran yang melakukan pendekatan “jemput bola” ini. Warga menilai, langkah ini sangat membantu, terutama bagi mereka yang menghadapi kendala akses dan biaya pengobatan. Program ini tidak hanya meringankan beban finansial, tetapi juga memastikan layanan kesehatan menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa.

(Ling/mis)

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 74 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Korupsi SKTM RSUD Tulungagung Cederai Hak Sehat Warga Desa

26 Juni 2026 - 18:05 WIB

Desa Dengkol Mengubah Rembug Stunting Menjadi Laboratorium Solusi

24 Juni 2026 - 13:34 WIB

Syarat MCU Bakal Calon Kades Bekasi Kini Lebih Mudah

18 Juni 2026 - 05:20 WIB

Rembug Stunting Desa Kedungboto Bidik Sanitasi dan Gizi

27 Mei 2026 - 12:23 WIB

Rahasia Bontotangnga Capai Partisipasi Posyandu Seratus Persen

22 Mei 2026 - 18:28 WIB

Dokter Spesialis Turun ke Desa, RS Tidak Lagi Menara Gading

18 Mei 2026 - 21:12 WIB

Trending di KESEHATAN