Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 9 Jan 2026 17:38 WIB ·

Tulungagung Kehilangan Mashuri, Jurnalis Senior Penjaga Independensi Pers


					Tulungagung Kehilangan Mashuri, Jurnalis Senior Penjaga Independensi Pers Perbesar

Tulungagung, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Kabar duka menyelimuti jagat pers Jawa Timur pada Jumat pagi, 9 Januari 2026. Mashuri, salah satu sosok jurnalis paling berpengaruh dan senior di Kabupaten Tulungagung, dikabarkan telah berpulang ke Rahmatullah. Kepergiannya bukan sekadar kehilangan seorang wartawan, melainkan hilangnya salah satu “kompas etika” yang selama ini menjadi panutan bagi jurnalis muda di daerah tersebut.

Kepala Biro media ketik.com Tulungagung, Sugeng Hariyadi atau yang akrab disapa Hariya Liu, memberikan kesaksian langsung mengenai dedikasi almarhum. Menurutnya, Mashuri bukan hanya jurnalis yang piawai merangkai kata, tetapi seorang profesional yang mampu menjaga independensi di tengah derasnya dinamika sosial dan politik lokal.

“Almarhum Mashuri adalah potret jurnalis ideal. Beliau sangat profesional, independen, dan selalu mengedepankan tanggung jawab dalam setiap informasi yang disampaikan secara berimbang,” kenang Liu saat melayat ke rumah duka.

Humor dan Loyalitas di Balik Pena Tajam
Di mata rekan-rekan seprofesi, khususnya yang tergabung dalam Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Tulungagung, Mashuri dikenal memiliki kepribadian unik. Meski tulisannya tajam dan kritis, dalam kesehariannya ia adalah sosok humoris yang mampu mencairkan suasana.

Dedikasinya terhadap kebenaran menjadikannya figur yang dihormati lintas generasi. Bagi jurnalis muda, almarhum adalah mentor yang tidak pelit ilmu. Sikapnya yang santun dan terbuka membuat proses transfer nilai-nilai jurnalistik berjalan secara organik tanpa kesan menggurui.

Warisan Integritas untuk Generasi Penerus
Selama kariernya, Mashuri konsisten meliput berbagai peristiwa penting yang membentuk sejarah Tulungagung. Ia membuktikan bahwa profesi jurnalis bukan sekadar mencari berita, melainkan menjalankan mandat publik dengan integritas tinggi.

“Kami kehilangan sosok panutan. Atas nama pribadi dan keluarga besar IWOI Tulungagung, kami sampaikan duka cita mendalam. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT,” tambah Liu.

Kepergian Mashuri meninggalkan lubang besar dalam dunia pers lokal. Namun, pengabdiannya selama puluhan tahun menjadi warisan berharga bagi insan pers untuk tetap teguh menjaga independensi. Selamat jalan, Mashuri. Pena Anda mungkin telah berhenti bergerak, namun jejak kebenaran yang Anda tulis akan abadi dalam ingatan masyarakat Tulungagung.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 105 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Simalakama di Kaki Bromo: Saat Penegak Adat Dibui Hukum Negara

8 Agustus 2026 - 06:26 WIB

Ironi Desa Budaya Bantul Antara Pelestarian Dan Birokrasi

7 Agustus 2026 - 16:11 WIB

Sengketa Lahan Lempuing Jaya dan Sengkarut Arsip Desa

31 Juli 2026 - 20:33 WIB

Nestapa Subari: Sisi Lain Keadilan Restoratif Desa Trangkil

31 Juli 2026 - 07:37 WIB

Minta Maaf Tak Cukup, Sanksi Adat Menanti di Kuranji

30 Juli 2026 - 09:35 WIB

Menanti Negara Mengakui Batas Administrasi Wilayah Adat Desa Darmo

29 Juli 2026 - 16:27 WIB

Trending di SOSBUD