Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

JALAN JAJAN · 17 Jun 2025 17:05 WIB ·

Tonggurambang: Dari Jejak Sejarah ke Destinasi Pacuan Kuda


					Tonggurambang: Dari Jejak Sejarah ke Destinasi Pacuan Kuda Perbesar

Nagakeo [DESA MERDEKA] Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, sukses mengubah kawasan hutan yang sebelumnya kurang terawat menjadi arena pacuan kuda yang ramai pengunjung. Inisiatif ini tidak hanya menciptakan ikon pariwisata baru, tetapi juga menarik perhatian warga dan wisatawan, sekaligus menghidupkan kembali jejak sejarah di wilayah utara Flores tersebut.

Kawasan ini menyimpan nilai historis sebagai benteng pertahanan pada masa pendudukan Jepang. Tentara Jepang bahkan membangun bandara di Tonggurambang, yang jejak landasan pacu serta hanggar pesawat tempur seperti Mitsubishi A6M2 Zero dan Nakajima Ki-84 masih terlihat hingga kini. Bandara ini berperan penting sebagai pendukung pertahanan laut Jepang, setara dengan basis di Surabaya dan Morotai, untuk menopang mobilitas logistik saat Perang Pasifik berkecamuk. Keberadaan peninggalan ini tak terpisahkan dari sejarah pendudukan Kekaisaran Jepang di Indonesia.

Berangkat dari potensi unik tersebut, Karang Taruna Desa Tonggurambang, panitia lokal, dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinas Pora) Kabupaten Nagekeo berinisiatif menyulap lokasi bekas bandara menjadi daya tarik wisata melalui penyelenggaraan pacuan kuda. Kegiatan ini terbukti tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, melainkan juga memberikan dampak positif signifikan bagi perekonomian lokal. Penjualan produk UMKM di lokasi acara meningkat drastis, secara langsung berkontribusi pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Nagekeo, Marselinus Ajo Bupu, menyatakan bahwa event pacuan kuda di Tonggurambang telah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan dan pengembangan potensi pariwisata daerah. “Dengan adanya event ini, masyarakat dapat lebih bangga dengan potensi yang dimiliki desa,” ujarnya.

Sementara itu, Owen Tonga, salah satu staf Dinas Pora Kabupaten Nagekeo, menegaskan peran aktif dinas dalam mendukung pengembangan pariwisata di Desa Tonggurambang. “Dengan adanya pacuan kuda ini, diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan pendapatan daerah,” imbuhnya.

Suksesnya pacuan kuda ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan pariwisata Tonggurambang yang berkelanjutan. Kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah daerah diharapkan terus berlanjut untuk mengoptimalkan potensi wisata, demi kesejahteraan warga dan peningkatan pendapatan asli daerah. Pacuan kuda di Tonggurambang adalah contoh nyata bagaimana sebuah inisiatif dapat mengubah area kurang terawat menjadi destinasi wisata menarik yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Semoga ini menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan potensi pariwisata mereka.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 94 kali

badge-check

Jurnalis

2 tanggapan untuk “Tonggurambang: Dari Jejak Sejarah ke Destinasi Pacuan Kuda”

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Wisata Heritage Ambarawa Jadi Magnet Baru Ekonomi Desa

27 Juli 2026 - 19:37 WIB

Nagari Anduriang Siap Jadi Destinasi Wisata Halal Unggulan

15 Juni 2026 - 08:54 WIB

Pasar Kampung Samiler: Branding Unik Desa Wisata Wonosunyo

15 Juni 2026 - 07:42 WIB

Satu Abad Jam Gadang, Momen Kebangkitan Wisata Minang

30 Mei 2026 - 05:43 WIB

Paket Wisata Hotel Mewah Wajib Gandeng Desa Wisata

17 Mei 2026 - 21:31 WIB

Mentawai: Menata Surga Dunia Agar Desa Tak Terpinggirkan

13 Mei 2026 - 09:40 WIB

Trending di JALAN JAJAN