Nagakeo [DESA MERDEKA] – Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, sukses mengubah kawasan hutan yang sebelumnya kurang terawat menjadi arena pacuan kuda yang ramai pengunjung. Inisiatif ini tidak hanya menciptakan ikon pariwisata baru, tetapi juga menarik perhatian warga dan wisatawan, sekaligus menghidupkan kembali jejak sejarah di wilayah utara Flores tersebut.
Kawasan ini menyimpan nilai historis sebagai benteng pertahanan pada masa pendudukan Jepang. Tentara Jepang bahkan membangun bandara di Tonggurambang, yang jejak landasan pacu serta hanggar pesawat tempur seperti Mitsubishi A6M2 Zero dan Nakajima Ki-84 masih terlihat hingga kini. Bandara ini berperan penting sebagai pendukung pertahanan laut Jepang, setara dengan basis di Surabaya dan Morotai, untuk menopang mobilitas logistik saat Perang Pasifik berkecamuk. Keberadaan peninggalan ini tak terpisahkan dari sejarah pendudukan Kekaisaran Jepang di Indonesia.
Berangkat dari potensi unik tersebut, Karang Taruna Desa Tonggurambang, panitia lokal, dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinas Pora) Kabupaten Nagekeo berinisiatif menyulap lokasi bekas bandara menjadi daya tarik wisata melalui penyelenggaraan pacuan kuda. Kegiatan ini terbukti tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, melainkan juga memberikan dampak positif signifikan bagi perekonomian lokal. Penjualan produk UMKM di lokasi acara meningkat drastis, secara langsung berkontribusi pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Nagekeo, Marselinus Ajo Bupu, menyatakan bahwa event pacuan kuda di Tonggurambang telah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan dan pengembangan potensi pariwisata daerah. “Dengan adanya event ini, masyarakat dapat lebih bangga dengan potensi yang dimiliki desa,” ujarnya.
Sementara itu, Owen Tonga, salah satu staf Dinas Pora Kabupaten Nagekeo, menegaskan peran aktif dinas dalam mendukung pengembangan pariwisata di Desa Tonggurambang. “Dengan adanya pacuan kuda ini, diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan pendapatan daerah,” imbuhnya.
Suksesnya pacuan kuda ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan pariwisata Tonggurambang yang berkelanjutan. Kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah daerah diharapkan terus berlanjut untuk mengoptimalkan potensi wisata, demi kesejahteraan warga dan peningkatan pendapatan asli daerah. Pacuan kuda di Tonggurambang adalah contoh nyata bagaimana sebuah inisiatif dapat mengubah area kurang terawat menjadi destinasi wisata menarik yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Semoga ini menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan potensi pariwisata mereka.
Redaksi Desa Merdeka


















[…] [DESA MERDEKA] – Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, secara resmi membuka Pacuan Kuda Piala Bupati 2025 di Sirkuit Angin Laut, Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, pada Minggu (15/6/2025) sore. Perlombaan bergengsi ini diselenggarakan oleh Persatuan Olahraga […]
[…] Nagakeo [DESA MERDEKA] – Gelaran pacuan kuda terbukti menjadi berkah bagi sejumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka merasakan lonjakan pendapatan signifikan selama berlangsungnya acara tersebut. […]