Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

DESA · 27 Mei 2023 19:08 WIB ·

Tiga Desa di Lebong Terancam Kehilangan Dana Desa 2023


					Kepala Dinas PMD Kabupaten Lebong, Reko Haryanto Perbesar

Kepala Dinas PMD Kabupaten Lebong, Reko Haryanto

Lebong, Bengkulu [DESA MERDEKA] Nasib pembangunan di tiga desa di Kabupaten Lebong kini berada di ujung tanduk. Hingga akhir Mei 2023, Desa Kota Donok, Desa Nangai Tayau, dan Desa Nangai Amen tercatat belum juga mencairkan Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD) tahap pertama. Jika pengajuan tidak tuntas hingga batas waktu 23 Juni mendatang, anggaran tersebut dipastikan hangus dan batal salur untuk tahun ini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Lebong, Reko Haryanto, memberikan peringatan keras kepada pemerintah desa terkait. Dari total 93 desa di Kabupaten Lebong, hanya tersisa tiga desa ini yang masih berkutat dengan urusan administratif sementara desa lainnya sudah mulai mengeksekusi program pembangunan.

“Kami sangat berharap tiga desa ini segera mengajukan pencairan sebelum pertengahan Juni. Jika melewati batas 23 Juni, anggaran akan hangus. Ini tentu merugikan masyarakat di desa tersebut,” tegas Reko, Jumat (26/05/2023).

Birokrasi Lamban Jadi Penghambat Utama
Masalah utama yang mengganjal pencairan ini bukanlah ketiadaan uang, melainkan kelalaian administratif. Reko membeberkan bahwa ketiga desa tersebut belum menyelesaikan laporan realisasi anggaran tahun sebelumnya dan belum menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) 2023.

Tanpa adanya ketukan palu APBDes, dana dari pusat tidak memiliki dasar hukum untuk dicairkan. Ironisnya, di saat desa lain sudah menjalankan program ketahanan pangan atau bantuan langsung tunai, warga di tiga desa ini harus menunggu akibat proses birokrasi tingkat desa yang mandek.

Progres Lambat di Tengah Tenggat Waktu
Berdasarkan pantauan di lapangan, ada sedikit titik terang dari Desa Nangai Amen yang baru saja menetapkan APBDes melalui Musyawarah Desa pada Kamis (25/05/2023). Namun, nasib Desa Kota Donok dan Desa Nangai Tayau masih misterius karena belum menunjukkan tanda-tanda progres penetapan anggaran.

Jika skenario terburuk terjadi—yakni dana hangus—dampaknya tidak hanya dirasakan oleh warga desa yang kehilangan fasilitas pembangunan. Secara makro, kegagalan ini akan merusak persentase serapan anggaran dan rapor tingkat realisasi Dana Desa Kabupaten Lebong di mata pemerintah pusat.

Kini bola panas ada di tangan kepala desa masing-masing. Hanya tersisa kurang dari empat minggu untuk menyelamatkan miliaran rupiah dana pembangunan sebelum menjadi angka sia-sia di catatan kas negara.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 49 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jalan Beton TMMD Kendal: Napas Baru Ekonomi Peternak Gedong

7 Maret 2026 - 15:18 WIB

Lamdom dan Surien Siap Gelar Pilchiksung 26 April 2026

7 Maret 2026 - 14:25 WIB

Nama Penerima PKH Angkaes Lenyap Tanpa Musyawarah Desa

7 Maret 2026 - 09:25 WIB

Amanah 326 Tuha Peut Nagan Raya Kawal Dana Gampong

7 Maret 2026 - 08:48 WIB

Normalisasi BKG 30A Pebayuran Dongkrak Produktivitas Petani Bekasi

4 Maret 2026 - 13:24 WIB

Aplikasi Samsat Budiman Eror, Pengelola BUMDesa di Sragen Jadi Kurir

3 Maret 2026 - 13:50 WIB

Pertemuan Pengelola Samsat Budiman di Sekretariat Forum Bumdes Indonesia Sragen
Trending di DESA