Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 12 Nov 2025 18:36 WIB ·

Tiga Daerah Sumbar Kini Dapat Alokasi Sekolah Rakyat


					Tiga Daerah Sumbar Kini Dapat Alokasi Sekolah Rakyat Perbesar

Lima Puluh Kota Susul Solok-Dharmasraya, Pemerintah Pusat Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Sumbar

Jakarta [DESA MERDEKA] Pemerintah Pusat telah resmi menambah satu daerah lagi di Sumatera Barat (Sumbar) sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, yaitu Kabupaten Lima Puluh Kota. Keputusan ini menjadikan total lokasi proyek nasional ini di Sumbar menjadi tiga, setelah sebelumnya hanya dialokasikan untuk Kabupaten Solok dan Kabupaten Dharmasraya.

Kepastian penambahan lokasi ini diperoleh usai Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar, Vasko Ruseimy, bersama Bupati Lima Puluh Kota dan Bupati Solok, melakukan pertemuan koordinasi dengan jajaran Sekretariat Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos) dan Direktorat Jenderal Strategis Kementerian PUPR di Jakarta, pada Selasa (11/11).

“Dari hasil koordinasi yang intensif ini, Sumatera Barat mendapat tambahan satu lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Setelah Solok dan Dharmasraya, kini Lima Puluh Kota juga ditetapkan,” ujar Vasko di Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Kolaborasi Daerah-Pusat Kunci Akselerasi
Vasko Ruseimy menekankan bahwa kolaborasi aktif antara pemerintah daerah dan kementerian teknis di pusat adalah kunci utama dalam percepatan realisasi program nasional. Menurutnya, kehadiran kepala daerah secara langsung dalam proses koordinasi bukan sekadar formalitas, melainkan langkah konkret untuk memperjuangkan dan mempercepat pembangunan yang dampaknya langsung menyentuh masyarakat.

“Daerah harus proaktif, komunikatif, dan siap bergerak cepat. Semakin segera kita menyiapkan semua dukungan teknis dan ketersediaan lahan, semakin cepat pula manfaat program strategis ini dirasakan oleh masyarakat kita,” tegasnya.

Di sisi lain, Bupati Lima Puluh Kota, Safni, menyambut baik penetapan daerahnya. Ia menyampaikan bahwa program ini akan membuka akses pendidikan yang jauh lebih setara dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di wilayahnya.

“Ini adalah kabar yang sangat berarti bagi anak-anak dari keluarga pra-sejahtera di Limapuluh Kota. Kami di tingkat kabupaten siap mendukung penuh dan segera menindaklanjuti agar pembangunan dapat dimulai tanpa hambatan,” tutur Safni, menunjukkan komitmen daerah.

Sekolah Rakyat: Pendidikan Gratis Berasrama
Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif strategis Pemerintah Pusat yang didesain khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, terutama yang masuk dalam kategori desil 1–2 pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Konsep sekolah ini dirancang sebagai lembaga pendidikan berasrama penuh, mencakup jenjang pendidikan dasar hingga menengah, yaitu SD sampai SMA. Seluruh biaya pendidikan, termasuk kebutuhan asrama dan biaya hidup siswa, akan ditanggung sepenuhnya oleh negara.

Setiap unit pembangunan Sekolah Rakyat diperkirakan menelan anggaran yang signifikan, yakni sekitar Rp200 miliar. Dana fantastis ini mencakup pembangunan sarana belajar yang modern, asrama yang nyaman, dan berbagai fasilitas penunjang lainnya untuk memastikan kualitas pendidikan terbaik. Dengan penambahan Lima Puluh Kota, program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak anak kurang mampu di wilayah Sumbar.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ekonomi Digital Desa: Koperasi Merah Putih Tembus Pasar Dunia

23 April 2026 - 09:32 WIB

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Optimisme Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa

21 April 2026 - 12:33 WIB

Hentakan Kuntau Bonerate: Memuliakan Pemimpin dengan Ketulusan Adat

20 April 2026 - 22:34 WIB

Luka di Bacan Barat: Saat Dana Kesehatan Desa Dikorupsi

20 April 2026 - 22:18 WIB

Trending di RAGAM