Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 12 Nov 2025 18:36 WIB ·

Tiga Daerah Sumbar Kini Dapat Alokasi Sekolah Rakyat


					Tiga Daerah Sumbar Kini Dapat Alokasi Sekolah Rakyat Perbesar

Lima Puluh Kota Susul Solok-Dharmasraya, Pemerintah Pusat Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Sumbar

Jakarta [DESA MERDEKA] – Pemerintah Pusat telah resmi menambah satu daerah lagi di Sumatera Barat (Sumbar) sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, yaitu Kabupaten Lima Puluh Kota. Keputusan ini menjadikan total lokasi proyek nasional ini di Sumbar menjadi tiga, setelah sebelumnya hanya dialokasikan untuk Kabupaten Solok dan Kabupaten Dharmasraya.

Kepastian penambahan lokasi ini diperoleh usai Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar, Vasko Ruseimy, bersama Bupati Lima Puluh Kota dan Bupati Solok, melakukan pertemuan koordinasi dengan jajaran Sekretariat Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos) dan Direktorat Jenderal Strategis Kementerian PUPR di Jakarta, pada Selasa (11/11).

“Dari hasil koordinasi yang intensif ini, Sumatera Barat mendapat tambahan satu lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Setelah Solok dan Dharmasraya, kini Lima Puluh Kota juga ditetapkan,” ujar Vasko di Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Kolaborasi Daerah-Pusat Kunci Akselerasi
Vasko Ruseimy menekankan bahwa kolaborasi aktif antara pemerintah daerah dan kementerian teknis di pusat adalah kunci utama dalam percepatan realisasi program nasional. Menurutnya, kehadiran kepala daerah secara langsung dalam proses koordinasi bukan sekadar formalitas, melainkan langkah konkret untuk memperjuangkan dan mempercepat pembangunan yang dampaknya langsung menyentuh masyarakat.

“Daerah harus proaktif, komunikatif, dan siap bergerak cepat. Semakin segera kita menyiapkan semua dukungan teknis dan ketersediaan lahan, semakin cepat pula manfaat program strategis ini dirasakan oleh masyarakat kita,” tegasnya.

Di sisi lain, Bupati Lima Puluh Kota, Safni, menyambut baik penetapan daerahnya. Ia menyampaikan bahwa program ini akan membuka akses pendidikan yang jauh lebih setara dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di wilayahnya.

“Ini adalah kabar yang sangat berarti bagi anak-anak dari keluarga pra-sejahtera di Limapuluh Kota. Kami di tingkat kabupaten siap mendukung penuh dan segera menindaklanjuti agar pembangunan dapat dimulai tanpa hambatan,” tutur Safni, menunjukkan komitmen daerah.

Sekolah Rakyat: Pendidikan Gratis Berasrama
Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif strategis Pemerintah Pusat yang didesain khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, terutama yang masuk dalam kategori desil 1–2 pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Konsep sekolah ini dirancang sebagai lembaga pendidikan berasrama penuh, mencakup jenjang pendidikan dasar hingga menengah, yaitu SD sampai SMA. Seluruh biaya pendidikan, termasuk kebutuhan asrama dan biaya hidup siswa, akan ditanggung sepenuhnya oleh negara.

Setiap unit pembangunan Sekolah Rakyat diperkirakan menelan anggaran yang signifikan, yakni sekitar Rp200 miliar. Dana fantastis ini mencakup pembangunan sarana belajar yang modern, asrama yang nyaman, dan berbagai fasilitas penunjang lainnya untuk memastikan kualitas pendidikan terbaik. Dengan penambahan Lima Puluh Kota, program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak anak kurang mampu di wilayah Sumbar.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sumpah Pemuda di Obi: Konsolidasi 200 Armada Lokal Melawan Ketimpangan Logistik Desa

29 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Menantang Ombak Pesisir Domas Lewat Racikan Probiotik Kampus

22 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Gadai Bawah Tangan: Benturan Transaksi Informal dengan Hukum Formal

21 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Tragedi Desa Sugi: Trauma Mafia Tanah dan Apatisme Nelayan Mangrove

12 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Pasir Pantai Merah Putih Obi Dikeruk Ilegal, APH dan Pemda Didesak Bertindak

3 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Bertahan di Ruas Kaputusan: Nestapa dan Resiliensi Warga

29 September 2026 - 16:06 WIB

Trending di RAGAM