Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

KESEHATAN · 31 Agu 2025 17:34 WIB ·

Ternate Tuan Rumah City Sanitation Summit, Benteng Oranje Jadi Sorotan


					Ternate Tuan Rumah City Sanitation Summit, Benteng Oranje Jadi Sorotan Perbesar

Benteng Oranje Ternate Jadi Saksi Pentingnya Sanitasi dan Sejarah Kota Inklusif

Ternate, Maluku Utara [DESA MERDEKA] Pemerintah Kota Ternate kembali dipercaya menjadi tuan rumah acara nasional dengan menggelar City Sanitation Summit (CSS) 2025 pada 29–30 Agustus. Forum akbar ini mempertemukan 24 kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia, serta perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Badan Gizi Nasional (BGN), menegaskan komitmen pemerintah pusat terhadap isu sanitasi dan lingkungan.

Yang menarik, acara penting ini mengambil lokasi utama di Benteng Oranje, situs bersejarah peringkat nasional. Pemilihan lokasi ini memberikan makna ganda, yakni sebagai model tata kelola infrastruktur sanitasi perkotaan yang berakar dari warisan kolonial, sekaligus cerminan sejarah panjang Ternate sebagai kota multikultural dan inklusif.

Sanitasi Berbasis Warisan Kolonial
Pengelola Museum Rempah dan Museum Sejarah Ternate, Rinto Taib, menyatakan kesiapan penuh menyambut para tamu kepala daerah. Menurut Rinto, pemanfaatan Benteng Oranje dalam gelaran CSS 2025 adalah momen istimewa. Hal ini bukan sekadar seremoni pemerintahan, melainkan perwujudan nyata dari pemanfaatan cagar budaya dalam konteks tata kelola infrastruktur sanitasi perkotaan.

Rinto menjelaskan, tata kelola infrastruktur sanitasi yang ada di Ternate sebagian besar merupakan warisan kolonial. Hal ini menjadi bukti bahwa Kota Ternate memiliki fondasi kuat dalam pengelolaan infrastruktur, yang kini dapat diapresiasi dan menjadi permodelan bagi kota lain.

“Pemanfaatan ruang pusaka Benteng Oranje sebagai cagar budaya peringkat nasional dalam gelaran acara ini menjadi sebuah permodelan istimewa,” ujar Rinto. “Ini menegaskan identitas Ternate sebagai kota rempah yang kaya akan sejarah dan peradaban, yang juga memprioritaskan perilaku hidup sehat dan lingkungan.”

Benteng Oranje: Simbol Pluralitas dan Keberlanjutan
Di luar aspek teknis sanitasi, acara ini juga memiliki dimensi historis dan sosial yang mendalam. Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Ternate, Nuryadin Rahman, melihat gelaran CSS 2025 di situs sejarah perjuangan bangsa ini sebagai refleksi penting. Kehadiran para kepala daerah di Benteng Oranje, yang dulunya dikenal sebagai Benteng Malayo, secara tidak langsung mengingatkan pada eksistensi Kota Ternate sejak dahulu sebagai kota inklusif bagi pluralitas.

Benteng ini bukan hanya sekadar bangunan fisik atau benteng militer, melainkan sebuah simbol hidup dari mozaik masyarakat Ternate. Sejak masa kolonial hingga kini, kota ini telah menjadi wadah bagi berbagai etnis dan budaya yang hidup berdampingan, membentuk wajah Ternate yang terbuka dan toleran. Nilai keberagaman ini sangat relevan dalam konteks pembangunan bangsa saat ini.

Dengan merangkul situs bersejarah seperti Benteng Oranje, Ternate tidak hanya memperlihatkan kekayaan budayanya, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai kota yang memprioritaskan keberlanjutan dan prinsip-prinsip ekologis. Perpaduan antara sejarah dan modernitas ini menjadi model ideal bagi kota-kota lain dalam mengelola warisan budaya mereka. CSS 2025 di Ternate, dengan demikian, sukses menjadi perayaan makna ganda: menyoroti pentingnya tata kelola sanitasi yang baik dan menegaskan kembali Ternate sebagai benteng peradaban yang merayakan keragaman.

Benteng ini tidak hanya sekadar bangunan fisik, melainkan sebuah simbol hidup dari mozaik masyarakat Ternate. Sejak masa kolonial hingga kini, kota ini telah menjadi wadah bagi berbagai etnis dan budaya yang hidup berdampingan. Keberagaman ini membentuk wajah Ternate yang inklusif dan terbuka, sebuah nilai yang relevan dalam konteks pembangunan bangsa saat ini. Oleh karena itu, Benteng Oranje bukan hanya benteng militer, melainkan benteng peradaban yang merayakan keragaman dan toleransi.

Dengan demikian, CSS 2025 di Ternate bukan sekadar forum teknis tentang sanitasi, melainkan sebuah perayaan makna ganda. Di satu sisi, acara ini menyoroti pentingnya tata kelola sanitasi yang baik, mengadopsi model yang bahkan berakar dari masa lampau. Di sisi lain, ia menegaskan kembali Ternate sebagai kota yang inklusif, tempat di mana sejarah, pluralitas, dan keberlanjutan saling berjalin erat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 69 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Nagari Sehat: Target Eliminasi TBC Sumbar Hingga Tingkat Desa

13 Mei 2026 - 09:23 WIB

Skrining TBC di Balai Desa: Jemput Bola Demi Paru Sehat

8 Mei 2026 - 05:09 WIB

Bidadari Surga: Benteng Desa Hadapi Kanker Paling Mematikan

17 April 2026 - 14:29 WIB

Proyek TRUST: Harapan Baru Rujukan Medis Warga Desa

14 April 2026 - 16:37 WIB

Moto SENYUM: Wajah Baru Layanan Kesehatan Halmahera Selatan

4 April 2026 - 08:44 WIB

Dokter Muda Jabar: Menjadi Cahaya Kesehatan di Pelosok Desa

1 April 2026 - 13:55 WIB

Trending di KESEHATAN