Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 16 Feb 2026 04:21 WIB ·

TEKAD Festival: Cara Yowana Dalung Menjaga Warisan Budaya Bali


					TEKAD Festival: Cara Yowana Dalung Menjaga Warisan Budaya Bali Perbesar

Badung, Bali [DESA MERDEKA] Di tangan generasi muda Banjar Adat Jeroan, Desa Dalung, pelestarian budaya Bali tidak lagi sekadar wacana, melainkan perayaan kreatif yang memukau. Melalui gelaran perdana TEKAD Festival 1, Sekaa Teruna (ST) Tri Eka Dharma berhasil menyulap Wantilan Kertha Kencana menjadi ruang pameran seni “raksasa kecil” dalam balutan Lomba Ogoh-ogoh Mini dan Tapel.

Kegiatan yang memuncak pada Minggu (1/2/2026) ini sekaligus menandai usia ke-60 tahun ST. Tri Eka Dharma. Alih-alih merayakannya dengan pesta pora, para yowana (pemuda) memilih tema “Utthana Yowana, Raksa Samskrti” yang bermakna membangkitkan jiwa muda untuk memelihara budaya luhur. Langkah ini menjadi bukti bahwa usia enam dekade bagi organisasi pemuda di Dalung adalah momentum kematangan dalam berkarya.

Seni Ogoh-ogoh dalam Genggaman
TEKAD Festival 1 menarik perhatian publik dengan memamerkan 51 karya seni yang presisi dan detail. Dari total tersebut, terdapat 28 karya tapel ogoh-ogoh, 9 ogoh-ogoh mini bermesin, dan 14 kategori non-mesin. Detail halus pada setiap karya menunjukkan bahwa keahlian memahat dan mengonstruksi ogoh-ogoh kini telah dikuasai generasi muda dalam skala yang lebih kecil namun tetap berjiwa.

Ketua Panitia, I Gusti Ngurah Agung Rai Ramanatha, menekankan bahwa festival ini adalah wadah sportivitas. “Kami ingin memberikan manfaat positif dan mempererat persaudaraan melalui kreativitas yang tetap berlandaskan adat dan budaya Bali,” ungkapnya di sela-sela acara.

Sinergi Lintas Generasi
Keberhasilan acara ini tidak lepas dari dukungan penuh tokoh masyarakat. Kehadiran Perbekel Dalung, I Gede Putu Arif Wiratya, serta Bendesa Adat Padang Luwih, I Ketut Adi Ardana, menunjukkan adanya restu dan sinergi yang kuat antara pemerintah desa, adat, dan kaum muda. Pengamanan dari Bhabinkamtibmas serta Pecalang Desa Adat Padang Luwih pun memastikan malam puncak HUT ke-60 ini berjalan khidmat dan tertib.

Malam puncak tersebut bukan sekadar seremoni pemotongan tumpeng, melainkan simbol rasa syukur atas napas organisasi yang tetap bergelora selama 60 tahun. Bagi masyarakat Dalung, TEKAD Festival adalah alarm pengingat: selama kreativitas pemuda tetap berakar pada tradisi, budaya Bali tidak akan pernah pudar ditelan zaman.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 9 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Seleksi Kafilah Rampung, 57 Wakil Sumbar Disiapkan Menuju MTQ Nasional Ke-XXXI di Semarang

30 April 2026 - 23:19 WIB

Narkoba, LGBT, dan Stunting Mengancam Sumbar, Doni Harsiva Yandra: Tak Bisa Dibiarkan

30 April 2026 - 22:51 WIB

Kepala Desa Jarang Ngantor Jadi Ancaman Serius Pembangunan

24 April 2026 - 22:13 WIB

Ekonomi Digital Desa: Koperasi Merah Putih Tembus Pasar Dunia

23 April 2026 - 09:32 WIB

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Optimisme Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Trending di RAGAM