Solok, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, secara resmi membuka Puncak Festival 5 Danau Kabupaten Solok di Alahan Panjang Resort pada Sabtu (11/10/2025). Festival ini menjadi sorotan utama pemerintah provinsi dalam upaya mencapai target ambisius 20 juta kunjungan wisatawan hingga akhir tahun 2025.
Gubernur Mahyeldi dalam arahannya menegaskan bahwa Festival 5 Danau merupakan aset pariwisata unggulan dan telah diakui sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI. Hal ini menunjukkan pengakuan nasional terhadap keunikan Kabupaten Solok.
“Tidak ada di daerah lain di satu kabupaten terdapat lima danau, yaitu Danau Tuo, Danau Talang, Danau Diatas, Danau Dibawah, dan Danau Singkarak. Itu hanya ada di Kabupaten Solok,” tutur Mahyeldi.
Sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Provinsi, Mahyeldi menyatakan komitmen untuk menghadirkan destinasi wisata berstandar internasional. Ia optimis, dengan kolaborasi kuat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan seluruh pemangku kepentingan, Festival 5 Danau dapat diangkat menjadi event tingkat internasional.
Pariwisata Sumbar mencatat pencapaian impresif; hingga Juli 2025, kunjungan wisatawan sudah mencapai 14 juta pengunjung. Mahyeldi menekankan bahwa Festival 5 Danau adalah kontributor kunci untuk mencapai target akhir tahun sebesar 20 juta kunjungan. Untuk mencapai angka tersebut, seluruh pihak diminta menjaga dan mengelola destinasi wisata dengan sebaik-baiknya.
Dukungan Pemerintah Pusat dan Kolaborasi Lokal
Menteri Pariwisata RI yang diwakili oleh Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan, Nova Ariane, menyampaikan apresiasi tinggi. Festival 5 Danau terpilih kembali masuk dalam 110 KEN Tahun 2025, membuktikan adanya peningkatan kualitas event, baik dari sisi manajemen, keunikan konsep, maupun kearifan lokal.
“Karisma Event Nusantara ini merupakan program kerja Kementerian Pariwisata yang bertujuan untuk mempromosikan dan mendukung event-event daerah yang memiliki daya tarik wisata tinggi dan juga kearifan lokal yang kuat,” jelas Nova. Dalam acara tersebut, Kemenparekraf juga menyerahkan plakat KEN kepada Pemerintah Kabupaten Solok.
Sementara itu, Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menegaskan bahwa festival yang berlangsung selama tiga hari (9-11 Oktober 2025) di lokasi unggulan seperti Danau Tuo, Danau Talang, Danau Di Ateh, dan Danau Dibawah, berjalan lancar dan mendapat sambutan baik dari masyarakat dan wisatawan.
Bupati Jon Firman Pandu menekankan bahwa festival ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wujud nyata semangat kebersamaan dan kolaborasi masyarakat dalam memajukan pariwisata. Rangkaian kegiatan festival mencakup pertunjukan seni budaya, lomba olahraga tradisional, pameran UMKM lokal, dan wisata kuliner khas Solok. Event ini mendapat dukungan dari Kemenparekraf, Pemprov Sumbar, Bank Nagari, hingga para penggiat pariwisata dan influencer nasional.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.