Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

EKBIS · 21 Jan 2026 20:37 WIB ·

Tambang Ilegal Sumbar Berakhir: 301 Blok Resmi Segera Terbit


					Tambang Ilegal Sumbar Berakhir: 301 Blok Resmi Segera Terbit Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Pemerintah Provinsi Sumatera Barat resmi memulai babak baru dalam memutus rantai Penambangan Tanpa Izin (PETI). Bukan dengan sekadar penindakan hukum, Sumbar memilih jalan keluar yang lebih manusiawi dan sistematis: melegalkan aktivitas rakyat melalui penetapan 301 blok Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang disetujui oleh Kementerian ESDM.

Keputusan strategis ini merupakan buah manis dari pertemuan Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, dan Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto, dengan Menteri ESDM di Jakarta pada Selasa (20/1). Surat Keputusan (SK) resmi untuk area seluas 13.400 hektare tersebut dijadwalkan terbit pada akhir Januari 2026.

Bukan Sekadar Legalisasi, Tapi Transformasi
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan upaya “memutihkan” pelanggaran hukum, melainkan transformasi tata kelola. Menurutnya, selama ini masyarakat terjebak dalam aktivitas ilegal karena ketiadaan wadah yang sah.

“Tujuannya adalah menghadirkan ruang yang sah, aman, dan bertanggung jawab. Kita ingin masyarakat tetap bisa berusaha, namun dalam koridor hukum. Lingkungan terlindungi, keselamatan terjamin, dan manfaat ekonominya nyata untuk masyarakat lokal,” ujar Mahyeldi di Padang, Rabu (21/1/2026).

Langkah ini dianggap tidak biasa karena mengubah pola pikir penertiban dari “kejar-tangkap” menjadi pembinaan berbasis izin. Dengan adanya WPR, tambang rakyat yang dulunya merusak secara sembunyi-sembunyi kini dipaksa tunduk pada aturan lingkungan dan pengawasan teknis.

Menjangkau Sembilan Kabupaten
Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto, merinci bahwa dari 497 blok yang diusulkan sejak Maret 2025, sebanyak 301 blok dinyatakan lolos verifikasi teknis. Wilayah ini tersebar di sembilan kabupaten kunci:

  • Solok Selatan
  • Dharmasraya
  • Pasaman & Pasaman Barat
  • Sijunjung
  • Solok
  • Kepulauan Mentawai
  • Agam
  • Tanah Datar

Pasca-penetapan SK, Pemprov akan langsung tancap gas melakukan sosialisasi intensif, dimulai dari enam kabupaten prioritas seperti Pasaman Barat hingga Sijunjung.

Izin Mudah Melalui Sistem Digital
Masyarakat kini memiliki jalur resmi untuk berdaulat atas kekayaan alamnya sendiri. Melalui sistem OSS Risk-Based Approach, warga perorangan bisa mengajukan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) dengan batas maksimal 5 hektare, sementara koperasi bisa mengelola hingga 10 hektare.

Syaratnya tegas: pemohon wajib memiliki dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) dan persetujuan dokumen lingkungan. Hal ini memastikan bahwa meskipun dikelola rakyat, standar kelestarian alam tetap menjadi harga mati. Inisiatif ini diprediksi akan menjadi solusi konkret untuk menghapus praktik PETI sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah secara legal dan berkah.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dialog Sawit: Cara Sumbar Hindari Gesekan Pajak Air Permukaan

11 April 2026 - 12:27 WIB

Pajak Air Sawit: Antara Keuntungan Perusahaan dan Hak Desa

11 April 2026 - 12:08 WIB

UMKM Sundawenang Naik Kelas: Strategi Digital di Balai Desa

11 April 2026 - 02:09 WIB

Jangan Tunggu Viral: Merek Adalah Perisai UMKM Desa

7 April 2026 - 20:16 WIB

Menenun Identitas Ranah Minang Melalui Proteksi Kekayaan Intelektual

6 April 2026 - 16:41 WIB

Pemuda Kepulungan Pilih Bebek: Solusi Cuan Luar Pabrik

6 April 2026 - 08:17 WIB

Trending di EKBIS