Probolinggo, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Pemerintah Desa Tamansari, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan ketahanan pangan dan pelayanan digital bagi warganya. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mitra Arestama, sejumlah program unggulan telah berjalan, memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat.
Salah satu program andalan tahun ini adalah peternakan kambing yang dikelola secara terpusat dalam satu kandang. Program ini di bawah naungan BUMDes, dinilai efektif menjaga kualitas ternak dan mendukung ketahanan pangan berbasis desa. “Peternakan ini akan menjadi sumber penghasilan tambahan bagi desa dan masyarakat. Harapannya, bisa memenuhi kebutuhan daging lokal dan membuka lapangan kerja,” ujar Sekretaris Desa Tamansari, Abd Hadi.

Tidak hanya sektor pangan, BUMDes juga merambah ke layanan digital. Kini, warga tidak perlu lagi ke pusat kota untuk mencairkan bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH). Layanan pencairan bantuan kini tersedia langsung di desa, memudahkan akses warga.
Desa Tamansari juga menghadirkan BUMDes Mini Mart yang menyediakan berbagai kebutuhan. Mulai dari belanja Pemberian Makanan Tambahan (PMT), alat tulis kantor (ATK), layanan token listrik, hingga langganan WiFi. “Mini Mart ini benar-benar membantu. Apalagi untuk ibu-ibu yang anaknya butuh PMT. Semua bisa didapat di sini tanpa harus jauh-jauh,” tambah Abd Hadi. Berbagai inovasi ini menegaskan posisi Desa Tamansari sebagai desa mandiri, modern, dan peduli terhadap kesejahteraan warganya.
Siapkan Wisata Alam Ramah Anak
Desa Tamansari terus berbenah demi kenyamanan warganya dan pengembangan potensi wisata desa. Salah satu fokus pembangunan tahun ini adalah peningkatan infrastruktur dan pengelolaan objek wisata berbasis alam.
Destinasi unggulan desa ini adalah wisata pemandian alami yang dikelola langsung oleh pemerintah desa. Dalam waktu dekat, kawasan ini akan diperluas dengan pembangunan kolam renang anak sepanjang 96 meter. Pembangunan ini bertujuan menjadikan lokasi tersebut sebagai wisata keluarga ramah anak dan edukatif.

“Pembangunan wisata ini akan meningkatkan daya tarik desa dan mendatangkan pengunjung dari luar. Ini bukan hanya soal hiburan, tapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Kepala Desa Tamansari Hosni melalui Sekretaris Desa Abd Hadi. Selain pariwisata, pembangunan infrastruktur juga menjadi prioritas. Salah satunya adalah pembangunan pelat deker di Dusun Parseh, yang bertujuan memperlancar akses transportasi. Pada tahap kedua pencairan dana desa, pemerintah desa berencana melanjutkannya dengan pengaspalan jalan.
Untuk meningkatkan kualitas hidup warga kurang mampu, pemerintah desa juga merealisasikan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Tahun ini, dua unit rumah dibangun masing-masing di Dusun Krajan RT 1/RW 1 dan Dusun Kejaan RT 3/RW 1. Pada tahap dua pencairan dana desa, dua unit RTLH lagi juga direncanakan akan dibangun. “Semua program ini kami rancang untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun pariwisata,” kata Abd Hadi.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.