Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

SOSBUD · 3 Feb 2025 12:55 WIB ·

Syukuran Tutup Tandur: Tradisi Ungkapan Syukur Petani Desa Glundengan


					Syukuran Tutup Tandur: Tradisi Ungkapan Syukur Petani Desa Glundengan Perbesar

Jember [DESA MERDEKA] – Syukuran tutup tandur merupakan tradisi yang telah mengakar kuat di masyarakat Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Tradisi ini dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur para petani atas hasil panen yang telah mereka peroleh. Selain sebagai ungkapan syukur, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarpetani dan masyarakat desa.

Hingga Februari 2025, tercatat tiga kelompok tani di Desa Glundengan telah melaksanakan syukuran tutup tandur di wilayah mereka masing-masing. Kelompok tani Padi Indah 2 Dusun Sumberjo menjadi yang pertama melaksanakan tradisi ini pada hari Jumat, 24 Januari 2025. Kemudian, disusul oleh kelompok tani Padi Indah 1 Dusun Sumberjo pada hari Rabu, 29 Januari 2025. Terakhir, kelompok tani Tanjung Jaya dan Tanjung Harapan Dusun Tanjungsari melaksanakan syukuran tutup tandur pada hari ini, 2 Februari 2025.

Kegiatan syukuran tutup tandur ini dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain perwakilan dari pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, kepala dusun setempat, serta para petani, baik yang tergabung dalam kelompok tani maupun petani perseorangan. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan betapa pentingnya tradisi ini bagi masyarakat Desa Glundengan.

Penjabat Kepala Desa Glundengan, dalam sambutannya, menyampaikan harapan agar hasil panen yang telah diperoleh dapat membawa berkah bagi seluruh masyarakat. Beliau juga berharap agar tradisi syukuran tutup tandur ini dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari kearifan lokal yang memperkaya budaya masyarakat Desa Glundengan.

Syukuran tutup tandur bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur seperti gotong royong, kebersamaan, dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Melalui tradisi ini, masyarakat Desa Glundengan menunjukkan betapa eratnya hubungan mereka dengan alam dan sesama manusia.

Tradisi syukuran tutup tandur juga menjadi momentum penting bagi para petani untuk mengevaluasi hasil panen yang telah mereka peroleh. Hal ini dapat menjadi bahan pembelajaran untuk meningkatkan produktivitas pertanian di masa yang akan datang. Selain itu, syukuran tutup tandur juga menjadi ajang untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan antarpetani, sehingga dapat memperkuatSolidaritas dan meningkatkan kualitas pertanian di Desa Glundengan.

Sebagai bagian dari masyarakat agraris, tradisi syukuran tutup tandur memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Desa Glundengan. Melalui tradisi ini, semangat gotong royong dan kebersamaan antarpetani terus terjaga, sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan dalam bertani.

Syukuran tutup tandur merupakan warisan budaya yang tak ternilai harganya. Oleh karena itu, penting bagi seluruh masyarakat Desa Glundengan untuk terus melestarikan tradisi ini agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 104 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dandim Bekasi Terjang Banjir Kedungwaringin: TNI Pastikan Warga Aman

19 Januari 2026 - 21:20 WIB

Dakwah Jalur Langit: Saat Milenial Tulungagung “Recharging” Spiritualitas

19 Januari 2026 - 01:30 WIB

Satu Tiang Alif, Simbol Persatuan Langit dan Bumi di Pelita

17 Januari 2026 - 05:22 WIB

Ekosistem Budaya Ambarawa Hidup Lewat Sendratari Babad Fort Willem I

12 Januari 2026 - 21:54 WIB

Melawan Lupa: Kisah Benteng Pendem Ambarawa Dalam Gerak Tari

12 Januari 2026 - 17:06 WIB

Benteng Willem I Ambarawa Kini Punya Pertunjukan Sendratari Rutin

12 Januari 2026 - 17:04 WIB

Trending di SOSBUD