Tangerang, Banten [DESA MERDEKA] – Stigma bahwa masyarakat perumahan cenderung individualis dan abai terhadap lingkungan sekitar seketika runtuh di Puri Mahoni. Tanpa mengandalkan kucuran dana pemerintah ataupun bantuan developer, warga RW 012 Perumahan Puri Mahoni, Desa Pisangan Jaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, sukses mendirikan kantor sekretariat RW mereka sendiri secara mandiri.
Bangunan fisik yang kini berdiri kokoh tersebut menjadi simbol nyata dari kekuatan swadaya warga Desa Pisangan Jaya. Seluruh biaya dan tenaga dalam proses pembangunannya lahir murni dari patungan serta partisipasi aktif penghuni perumahan. Semangat ini mengkristal dalam moto lokal yang mereka gaungkan: “Tetanggaku Saudaraku“.
Momentum keberhasilan ini dirayakan bersamaan dengan prosesi peresmian kantor sekretariat, acara halalbihalal, serta pemberian santunan kepada anak-anak yatim pada Sabtu (20/5/2023).

Ketua RW 012 Puri Mahoni, Darto, tidak dapat menyembunyikan rasa harunya. Ia mengapresiasi kerja keras panitia, uluran tangan para donatur, serta kehadiran warga yang membuat peresmian ini berjalan penuh kehangatan. Bagi Darto, bangunan ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan wadah pemersatu untuk merawat kegotongroyongan di era modern.
Langkah mandiri konstituen di tingkat rukun warga ini langsung mendapat atensi positif dari pemerintah desa setempat. Kepala Desa Pisangan Jaya, Muhamad Hotib, yang hadir langsung untuk menggunting pita dan menandatangani prasasti peresmian, memuji inovasi tak biasa ini.
Menurut Muhamad Hotib, apa yang dilakukan oleh pengurus RT dan RW 012 sangat sejalan dengan visi besar yang ia usung, yakni Maju Bersama Rakyat, Berjuang Bersama Rakyat, dan Bekerja Bersama Rakyat. Kehadiran fasilitas baru ini diharapkan mampu meningkatkan standar pelayanan publik dan mempercepat koordinasi program pembangunan desa ke depan.
Fasilitas publik berbasis swadaya warga Desa Pisangan Jaya ini nantinya akan menjadi pusat integrasi berbagai elemen masyarakat. Berbagai pihak mulai dari perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Karang Taruna, tokoh agama, hingga Polisi RW kini memiliki ruang bersama untuk berkolaborasi menjaga stabilitas dan memajukan lingkungan setempat.

Jurnalis

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.