Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

DESA · 25 Jun 2026 02:50 WIB ·

Rumah Desa Sehat Banjararum: Target Pangkas Gizi Buruk 50 Persen


					Rumah Desa Sehat Banjararum: Target Pangkas Gizi Buruk 50 Persen Perbesar

 

Peserta forum kesehatan desa Banjararum membahas penanganan gizi buruk

Singosari, Malang [DESA MERDEKA] – Rumah Desa Sehat Banjararum(RDS) menetapkan target ambisius untuk menurunkan jumlah balita gizi buruk hingga 50 persen pada 2027. Dari total 256 balita yang tercatat di desa tersebut, sebanyak 28 balita masih memerlukan perhatian khusus terkait pemenuhan gizi dan kesehatan. Melalui forum RDS, pemerintah desa bersama masyarakat menargetkan jumlah tersebut turun menjadi 14 balita pada tahun depan.

Target tersebut lahir dalam Musyawarah RDS yang melibatkan kader PKK, Posyandu, PAUD, Kader Pembangunan Manusia (KPM), kelompok lansia, pendamping desa, serta pemerintah desa.

RDS Banjararum Luncurkan Gerakan Peduli Gizi

Peserta musyawarah tidak hanya membahas persoalan kesehatan. Mereka juga menyepakati sejumlah terobosan untuk mempercepat penanganan gizi buruk dan pencegahan stunting.

Salah satu program unggulan adalah Gerakan Satu Rumah Peduli Anak Kurang Gizi. Melalui gerakan ini, warga yang mampu didorong membantu pemenuhan gizi anak-anak di lingkungan sekitarnya dengan pemberian makanan bergizi, terutama telur.

Selain itu, peserta mengusulkan pola orang tua asuh dengan melibatkan dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Skema tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan bantuan bagi keluarga yang memiliki anak berisiko gizi buruk.

Kader Posyandu dan PKK berdiskusi dalam musyawarah kesehatan desa Banjararum

Rumah Desa Sehat Banjararum Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga

Forum juga menyepakati gerakan Satu Rumah Satu Tanaman KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari). Melalui program ini, setiap keluarga didorong menanam sayuran atau tanaman pangan yang dapat mendukung kebutuhan gizi rumah tangga.

Di sisi lain, pemerintah desa berkomitmen mengoptimalkan APBDesa untuk mendukung intervensi kesehatan masyarakat. Pemerintah desa akan memperkuat Posyandu, menyediakan alat ukur terstandar, meningkatkan kapasitas kader kesehatan, serta memperluas pemberian makanan tambahan bagi balita yang membutuhkan.

Diskusi berlangsung hangat dan penuh gagasan. Setiap kelompok menyampaikan usulan berdasarkan kondisi riil di lapangan. Setelah melalui pembahasan yang cukup panjang, seluruh peserta akhirnya menyepakati langkah bersama untuk mempercepat penurunan kasus gizi buruk.

Forum tersebut kini tidak hanya menjadi forum musyawarah tahunan. Forum ini berkembang menjadi gerakan bersama yang mengajak masyarakat, pemerintah desa, dan dunia usaha untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan tumbuh sehat dan berkualitas.

.(Kementerian Desa PDT RI)

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dari Warga untuk Desa: Warnai Musdes RKP 2027 Tamanharjo

25 Juni 2026 - 20:01 WIB

Mandiri! Rambung Merah Sahkan Aturan Hak Asal Usul

24 Juni 2026 - 20:01 WIB

Jaga Mutu Program Makan Bergizi Gratis, PABPDSI Dukung Langkah BGN

24 Juni 2026 - 13:26 WIB

Desa Tamanharjo: Ketika Jabatan Tak bisa Dibeli dengan Uang

20 Juni 2026 - 00:27 WIB

Bantuan Ayam Petelur Perkuat Ketahanan Pangan Desa Jombang

18 Juni 2026 - 23:26 WIB

Anggaran Desa Kudus Tercekik, Kades Tagih Solusi Bupati

18 Juni 2026 - 02:56 WIB

Trending di DESA