Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 18 Jun 2026 02:56 WIB ·

Anggaran Desa Kudus Tercekik, Kades Tagih Solusi Bupati


					Anggaran Desa Kudus Tercekik, Kades Tagih Solusi Bupati Perbesar

Kudus, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Pusaran masalah tengah menghantam desa-desa di Kabupaten Kudus. Sembilan kepala desa yang mewakili tiap kecamatan mendatangi Kantor Bupati pada Rabu (17/6/2026) dengan satu keresahan yang sama: “dompet” desa sedang sekarat. Pemangkasan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang terjadi tahun ini memaksa para pemimpin desa memutar otak demi menjaga roda pembangunan dan pelayanan publik tetap menyala di tengah keterbatasan.

Koordinator Paguyuban Kades Kabupaten Kudus, Kiswo, secara blak-blakan menyebut kondisi fiskal desa kini dalam tekanan berat. “Jalan desa rusak, masyarakat menuntut, lalu bagaimana solusinya?” ujar Kiswo, yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Berugenjang, Kecamatan Undaan. Baginya, ketergantungan desa pada ADD yang bersumber dari dana perimbangan kabupaten membuat desa tak berdaya ketika fiskal daerah menurun. Proyek infrastruktur dan santunan warga yang sudah direncanakan dalam APBDes terpaksa harus dipangkas atau ditunda.

Tak hanya urusan fisik, keresahan juga menyasar ruang kantor perangkat desa. Terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2026 terkait tata kelola dan kesejahteraan perangkat desa menimbulkan tanda tanya besar. Ketidakpastian aturan teknis mengenai penghasilan tetap (Siltap) membuat para perangkat desa cemas akan nasib pendapatan mereka. Penyetaraan Siltap yang dulunya berpatokan pada gaji PNS Golongan II/A kini menjadi abu-abu, menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Dalam Negeri.

Secara geografis, Kabupaten Kudus yang merupakan salah satu pusat ekonomi di Jawa Tengah memiliki kebutuhan infrastruktur yang tinggi. Kerusakan jalan desa di berbagai kecamatan menjadi keluhan paling menonjol yang kini harus dihadapi oleh para kades. Meski memahami kondisi keuangan daerah, para kepala desa menuntut kepastian kebijakan agar roda pemerintahan desa tidak stagnan. Paguyuban Kades Kudus kini tengah bersiap mengambil langkah bersama untuk memperjuangkan aspirasi mereka. Bagi para kades, perjuangan ini bukan soal kekuasaan, melainkan memastikan bahwa desa tetap menjadi unit pelayanan publik yang berfungsi, bukan sekadar pelaksana anggaran yang terbelenggu oleh keterbatasan fiskal.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bansos Ribuan Warga Wonogiri Disetop Gegara Judol Pinjol

19 September 2026 - 06:11 WIB

Sengkarut Dana Desa Malaka: Pelatihan 10 Menit Disorot

17 September 2026 - 10:01 WIB

Bantaran Citarum Memanas: Sengkarut Rivalitas 4 Calon Pemimpin Bantarjaya

10 September 2026 - 16:25 WIB

Pilkades Sumber Urip: Petahana Jajang Sujai Amankan Nomor 1

9 September 2026 - 14:45 WIB

Sumpah Setia dan Bayang-Bayang Konflik di Balik Sterilisasi Pilkades Pebayuran

9 September 2026 - 14:23 WIB

Petahana Juhendi Sulaeman Raih Nomor Urut 3 Pilkades Karanghaur

9 September 2026 - 13:29 WIB

Trending di KABAR DESA