Tulungagung, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Di tengah tuntutan birokrasi desa yang semakin kompleks, konsistensi kepemimpinan menjadi kunci stabilitas. Hal ini dibuktikan dalam Musyawarah Perangkat Desa tingkat Kecamatan yang digelar Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung. Secara aklamasi, Suwono kembali dipercaya mengemban mandat sebagai Ketua PPDI Besuki untuk masa bakti 2026–2031, Rabu (28/1/2026).
Terpilihnya kembali Suwono mencerminkan tingginya kepercayaan arus bawah terhadap visi perlindungan hukum dan kesejahteraan yang ia usung. Alih-alih mencari wajah baru, para perangkat desa di wilayah Besuki memilih keberlanjutan demi menuntaskan agenda strategis yang telah berjalan di periode sebelumnya.
Bukan Sekadar Jabatan, Tapi Penuntasan Agenda
Dalam sambutannya, Suwono menegaskan bahwa periode kedua ini bukan tentang euforia kekuasaan, melainkan tentang tanggung jawab menyelesaikan pekerjaan rumah yang belum usai. Ia menyoroti pentingnya penguatan kapasitas internal agar perangkat desa tidak gagap menghadapi perubahan regulasi.
“PPDI bukan sekadar wadah berkumpul, tapi rumah untuk saling menguatkan. Kita akan pastikan pengabdian di desa menjadi lebih bermartabat melalui gotong royong,” ujar Suwono di hadapan para pengurus dan anggota.
Tiga Pilar Fokus Masa Jabatan 2026-2031
Menghadapi tantangan lima tahun ke depan, Suwono telah menyiapkan tiga pilar utama bagi PPDI Besuki:
- Akselerasi Digital & Regulasi: Mendorong perangkat desa agar lebih mahir menggunakan teknologi informasi serta memahami pembaruan aturan pemerintah secara cepat.
- Solidaritas Tanpa Sekat: Mempererat silaturahmi agar seluruh perangkat, mulai dari sekretaris desa hingga kepala dusun, memiliki jaring pengaman sosial dan emosional yang kuat.
- Advokasi Kesejahteraan: Terus mengawal kebijakan daerah guna memastikan kepastian kesejahteraan bagi para pejuang garda depan pembangunan desa.
Rekam jejak Suwono yang dikenal sebagai komunikator ulung antara desa dan Pemerintah Daerah diharapkan mampu membawa PPDI Besuki menerjang gelombang tantangan birokrasi dengan lebih taktis. Penutupan acara yang diwarnai jabat tangan hangat seluruh anggota menjadi simbol dukungan mutlak bagi sang nakhoda untuk membawa kapal PPDI menuju pengabdian yang lebih profesional.

jurnalis yang berusaha menjaga Marwah

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.