Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Purbalingga :Kolaborasi Multipihak Wujudkan Zero Waste Kunjungan di Klaten, Wamendes Paiman Ingatkan BUMDesa Maju Jika Inovatif dan Kreatif Wamendes Paiman : UMKM Desa Dapat Manfaatkan BUMDes Untuk Perluas Pasar Desa Digital Bakal Tingkatkan Ekonomi dan Percepat Pembangunan Desa BSKDN Kemendagri Dorong Perangkat Desa Fokus Gali Potensi Daerahnya

OPINI · 10 Apr 2023 18:39 WIB ·

SUROTO : Jalan Revolusi 2/3


 SUROTO : Jalan Revolusi 2/3 Perbesar

Suroto – Jika anda hari ini adalah seorang pengusaha kecil atau pengusaha besar yang tidak serakah,  sales produk dan pasarkan produk secara offline ataupun online secara mandiri,  para profesional independen, kepada anda saya berharap untuk membawa sebuah ide revolusi baru ini. Caranya sederhana,  mulailah perlakukan pelanggan/ klien itu sebagai subyek dan bukan hanya sebagai  obyek penjualan produk atau jasa anda.

Jika selama ini  para pelanggan adalah orang yang semata anda jadikan obyek  pengerukan keuntungan, segera lakukan  perombakan. Rombak cara pandang kuno bisnis sebagai usaha mengejar profit semata menjadi usaha ciptakan benefit bagi semua.

Mulailah dengan hal sederhana. Seperti misalnya,  ketika jual produk atau jasa maka tawarkan kepada para pelanggan atau klien selain kualitas produk yang terbaik juga bagian dari keuntungan usaha anda.

Maksudnya begini, jika harga jual produk yang dijual itu marjin keuntungan bersihnya adalah 15 persen, maka kembalikan keuntungan kepada pelanggan misalnya 50 persen dari keuntungan bersihnya tersebut. Ingat ya, yang anda berikan itu bukan diskon harga seperti strategi promosi perusahaan kapitalis biasa, tapi keuntungan bersih dari usaha anda.

Kemudian catat dan rekam data pembelian pelanggan perorangan selama periode tertentu. Sebut saja satu tahun takwim dari 1 Januari hingga 31 Desember. Lalu pada akhir tahun nanti, coba ajak mereka untuk datang dalam rapat besar pelanggan dan sekaligus berikan alokasi separo  keuntungan untuk mereka dan bagi secara proporsional.  Siapa belanja lebih banyak dapat untung lebih banyak. Buy More, Get More!.

Maka apa yang akan terjadi?, otomatis bisnis anda menjadi punya nilai unggul dibandingkan dengan pengusaha kapitalistik yang hanya berfikir mengejar keuntungan sebesar besarnya untuk diri mereka sendiri. Apalagi jika anda berikan pelayanan lebih hebat, maka produk anda  akan disukai pelangan dengan sendirinya.

Jangan hanya berhenti disitu. Sampaikanlah jika usaha anda itu juga dapat mereka miliki sahamnya. Berapa jumlahnya tergantung dari kemauan anda. Semakin besar porsi saham perusahaan yang anda berikan tentu akan membuat mereka semakin senang, loyal dan solid.

Sumber modal untuk membeli saham perusahaan anda agar tak memberatkan mereka adalah dengan cara meminta bagian dari keuntungan belanja di perusahaan anda. Keuntungan yang tak mereka sangka sebelumnya. Sebut saja misalnya pada awalan anda batasi jumlah saham untuk pelanggan sebanyak 30 persen. Lalu tingkatkan terus sesuai keinginan anda.  Tujuanya agar anda tetap masih dapat kendalikan keputusan perusahaan anda sampai pada suatu saat mungkin ketika merasa cukup anda bisa lepaskan kendali menjadi demokratis ke tangan mereka.

Lalu yang terpenting lagi adalah libatkan seluruh pelanggan untuk turut mengambil keputusan keputusan penting perusahaan dalam suasana musyawarah mufakat bersama.  Seperti misalnya ikut susun perencanaan dan kebijakan perusahaan, angkat direksi, keputusan perluasan usaha dan lain lain.

Nah, ketika pelanggan sudah cukup banyak dan penjualan sudah semakin solid maka posisi keuangan perusahaan akan semakin baik. Untuk itu saatnya juga berbagi kepemilikan perusahaan kepada orang orang yang bekerja. Mungkin admin, bagian operasional, sampai dengan office boy atau sekuriti perusahaan, semua yang bekerja di perusahaan.

Kepemilikan saham perusahaan oleh pekerja dengan sendirinya akan tingkatkan  moral kerja, jadikan pekerja semakin loyal. Ini akan berpengaruh terhadap kualitas layanan perusahaan. Mereka juga akan merasa bangga dan tak merasa sebagai budak dari perusahaan yang tenaga dan pikiranya dieksploitasi.

Setelah itu, datangilah produsen atau suplayer dari produk anda. Jika jumlah pembelian sudah sangat besar pasti akan diperhatikan oleh mereka secara serius dan bahkan mungkin akan diberikan banyak tambahan bonus atau bentuk keuntungan lainya.

Posisi tawar anda di mata suplayer pasti akan semakin tinggi setelah kinerja perusahaan terlihat terus mengalami perkembangan positif. Pada saat yang tepat, minta bagian saham perusahaan mereka untuk perusahaan anda.

Jika mereka  menolak permintaan, maka saatnyalah tunjukkan bahwa anda bisa lakukan hal yang besar seperti yang mereka lakukan. Dirikan pabrik untuk produk yang sama  yang diinvestasikan dari dana cadangan perusahaan yang anda sisihkan dan ditambah mungkin dari investasi dari para pelanggan dan pekerja.

Hal tersebut otomatis akan langsung membuat bergetar pemilik perusahaan kapitalis yang selama ini jadi prinsipal produk anda. Mereka otomatis akan segera temui kematiannya jika tak mau berbagi kepemilikan dan juga keuntungan kepada perusahaan anda.

Mereka yang selama ini mungkin hanya berfikir bisnis untuk semata kejar keuntungan sebesar besarnya dan akumulasi serta konsentrasikan kekayaan mereka untuk tujuh turunan, maka mereka akan segera ikut lakukan perubahan atau transformasi sosial seperti yang anda lakukan atau lenyap ditelan jaman.

Langkah selanjutnya adalah kembangkan ke semua produk yang ada di masyarakat saat ini. Utamakan produk produk pangan yang masih diimport dan coba terus fokus untuk lakukan inovasi produk substitusinya jika memang benar benar tak bisa kita kembangkan sendiri. Ini akan dengan sendirinya jadikan bangsa san negara anda mandiri dan kuat serta berdaulat dan lepas dari penindasan bangsa lain.

Setelah itu, bentuk sebuah jaringan holding besar perusahaan, baik secara multipihak dari produsen, pekerja hingga konsumen. Kembangkan ke seluruh sektor bisnis dari  hulu hingga hilir, baik dari sektor on farm atau budidaya, off farm atau usaha pendukung langsung seperti pemrosesan, pemasaran , hingga non farm atau pendukung lainya seperti usaha logistik, keuangan, asuransi dan lain lain. Bahkan barang publik seperti layanan perlistrikan,  perminyakan dan lain lain.

Setelah semua bisnis berjalan jangan lupa alokasikan terus menerus tabungan untuk bangun layanan publik seperti rumah sakit, sekolah, perpustakaan, taman bermain, gelanggang olahraga, tempat peribadatan dan lain lain. Berikan semuanya secara gratis dari sumber alokasi dana sosial.

Dari cara yang anda lakukan tersebut mungkin terlihat sangat sederhana dan seakan hanya bicara soal urusan ekonomi semata. Padahal tidak demikian, sebetulnya selain telah sukses lakukan bisnis untuk penuhi kebutuhan hidup anda, juga telah sukses menusuk jantung kapitalisme secara langsung. Tepat di dadanya!

 

LANJUT : Jalan Revolusi 3/3

 

Jakarta,  10 April 2023

 

SUROTO
Rakyat Jelata

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pelestarian Budaya Desa di Tangan Pemuda

12 September 2023 - 14:18 WIB

Estafet Kepemimpinan Desa di Tangan Pemuda

11 September 2023 - 06:47 WIB

Peran Penting Pemuda Desa Dalam Pemilihan Umum

6 September 2023 - 13:17 WIB

Tawa Sederhana Versi Anak Desa, Upaya Mengurangi Kecanduan Gadget Pada Anak

29 Agustus 2023 - 20:30 WIB

Warga tambakasri kab Malang heboh terkait pajak petak hutan 63a tak kunjung ditarik.

10 Agustus 2023 - 23:00 WIB

Berdamai dengan Konflik Kades -BPD

25 Juli 2023 - 21:21 WIB

Trending di OPINI