Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

OPINI · 10 Apr 2023 18:39 WIB ·

Bisnis Multipihak Runtuhkan Kapitalisme dari Desa


					Bisnis Multipihak Runtuhkan Kapitalisme dari Desa Perbesar

Opini [DESA MERDEKA] Jantung sistem ekonomi kapitalistik yang serakah bisa ditusuk dengan cara sederhana: berhenti memperlakukan pelanggan dan pekerja sebagai objek pengerukan cuan semata. Gagasan revolusi bisnis multipihak ini menawarkan perombakan total, yaitu mengubah cara pandang berbisnis dari sekadar mengejar profit pribadi menjadi penciptaan benefit bersama yang berdaulat dari sektor hulu hingga hilir.

Langkah konkretnya dimulai dengan membagikan marjin keuntungan bersih usaha secara proporsional kepada pelanggan setia di akhir tahun, bukan sekadar memberi pancingan diskon semu. Tidak berhenti di sana, pelanggan dan pekerja—mulai dari admin hingga sekuriti—diberikan porsi kepemilikan saham perusahaan. Model kepemilikan bersama ini terbukti ampuh mendongkrak moral kerja, membangun loyalitas total, sekaligus menghapus nalar eksploitasi kerja yang selama ini langgeng di bawah sistem kapitalis.

Ketika basis konsumen dan pekerja sudah solid, posisi tawar pelaku usaha lokal di mata supplier besar otomatis melonjak tajam. Jika para pemilik modal raksasa menolak berbagi kepemilikan, dana cadangan perusahaan bersama investasi kolektif tersebut bisa langsung dialokasikan untuk membangun pabrik tandingan secara mandiri. Strategi ini menjadi ancaman mati bagi gurita kapitalis yang enggan bertransformasi sosial.

Pada skala yang lebih luas, model bisnis multipihak ini harus didorong untuk menguasai ekosistem pangan dan menciptakan inovasi produk substitusi impor demi kedaulatan bangsa. Integrasi jaringan holding besar yang mencakup sektor on-farm, off-farm, hingga non-farm seperti logistik dan keuangan, pada akhirnya akan melahirkan kemandirian ekonomi sejati. Hasil keuntungan kolektif ini kemudian dialirkan kembali untuk membiayai fasilitas publik gratis, mulai dari rumah sakit hingga sekolah, sekaligus menjadi bukti bahwa ekonomi gotong royong mampu meruntuhkan dominasi kapitalisme tepat di dadanya.

LANJUT : Jalan Revolusi 3/3

 

Jakarta,  10 April 2023

 

SUROTO
Rakyat Jelata

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Cara Mudah Bikin Tulisan Desa yang Hidup, dengan AI

20 September 2026 - 12:08 WIB

Siasat Ekspor Mikro Desa: Kirim Kiloan Penuh Cuan

19 September 2026 - 13:23 WIB

Dari Sapu Lidi Hingga Daun Salam: Saatnya Desa Berani Ekspor Mikro

18 September 2026 - 23:51 WIB

Pengepungan Sunyi di Pilkades Bantarjaya 2026

15 September 2026 - 19:28 WIB

Menjemput Jiwa Dagang yang Hilang di Podium Birokrasi

15 September 2026 - 19:05 WIB

Konektivitas Tanpa Regulasi: Ilusi Kemandirian Ekonomi Desa 3T

4 September 2026 - 10:02 WIB

Trending di OPINI