Opini [DESA MERDEKA] – Jantung sistem ekonomi kapitalistik yang serakah bisa ditusuk dengan cara sederhana: berhenti memperlakukan pelanggan dan pekerja sebagai objek pengerukan cuan semata. Gagasan revolusi bisnis multipihak ini menawarkan perombakan total, yaitu mengubah cara pandang berbisnis dari sekadar mengejar profit pribadi menjadi penciptaan benefit bersama yang berdaulat dari sektor hulu hingga hilir.
Langkah konkretnya dimulai dengan membagikan marjin keuntungan bersih usaha secara proporsional kepada pelanggan setia di akhir tahun, bukan sekadar memberi pancingan diskon semu. Tidak berhenti di sana, pelanggan dan pekerja—mulai dari admin hingga sekuriti—diberikan porsi kepemilikan saham perusahaan. Model kepemilikan bersama ini terbukti ampuh mendongkrak moral kerja, membangun loyalitas total, sekaligus menghapus nalar eksploitasi kerja yang selama ini langgeng di bawah sistem kapitalis.
Ketika basis konsumen dan pekerja sudah solid, posisi tawar pelaku usaha lokal di mata supplier besar otomatis melonjak tajam. Jika para pemilik modal raksasa menolak berbagi kepemilikan, dana cadangan perusahaan bersama investasi kolektif tersebut bisa langsung dialokasikan untuk membangun pabrik tandingan secara mandiri. Strategi ini menjadi ancaman mati bagi gurita kapitalis yang enggan bertransformasi sosial.
Pada skala yang lebih luas, model bisnis multipihak ini harus didorong untuk menguasai ekosistem pangan dan menciptakan inovasi produk substitusi impor demi kedaulatan bangsa. Integrasi jaringan holding besar yang mencakup sektor on-farm, off-farm, hingga non-farm seperti logistik dan keuangan, pada akhirnya akan melahirkan kemandirian ekonomi sejati. Hasil keuntungan kolektif ini kemudian dialirkan kembali untuk membiayai fasilitas publik gratis, mulai dari rumah sakit hingga sekolah, sekaligus menjadi bukti bahwa ekonomi gotong royong mampu meruntuhkan dominasi kapitalisme tepat di dadanya.
LANJUT : Jalan Revolusi 3/3
Jakarta, 10 April 2023
SUROTO
Rakyat Jelata
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.