Musi Banyuasin [DESA MERDEKA] – Sebuah insiden kebakaran sumur minyak diduga ilegal terjadi di Desa Tanjung, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA), Sumatera Selatan, Sabtu (Juli 2024). Peristiwa ini terungkap melalui video berdurasi 27 detik yang viral di media sosial dan grup WhatsApp. Dalam video tersebut, kepulan asap hitam terlihat membumbung tinggi ke langit sekitar pukul 15.30 WIB. Namun, warga dalam video itu menyatakan sumber pasti asap belum diketahui karena jarak pandang yang jauh.
Tim Komunitas Media Tambang Sumatera (KomatSu) berupaya mengonfirmasi kebenaran video tersebut kepada Reskrim Polsek Keluang, Iptu Dohan, melalui pesan WhatsApp. Sayangnya, perwira yang baru menjabat sebagai Kapolsek Keluang tersebut tidak memberikan komentar.
Respons berbeda ditunjukkan oleh Kapolres Musi Banyuasin, AKBP Listiyono Dwi Nugroho. Saat dikonfirmasi mengenai kejadian ini, Kapolres menyatakan telah memerintahkan anggotanya untuk memastikan keberadaan sumur tersebut. “Anggota lagi aku suruh pastikan sumurnya, saya juga lagi penertiban di Sri Gunung ini,” ujarnya. Lebih lanjut, Kapolres meminta dukungan agar pihak yang memiliki kemampuan dan keahlian menutup sumur minyak ilegal yang telah ditertibkan dapat segera bertindak. Tujuannya adalah mencegah masyarakat kembali memasuki lokasi berbahaya tersebut.
Kapolres juga menyoroti maraknya sumur minyak ilegal di wilayah hukum Polsek Keluang yang terkesan dibiarkan. “Nah iya bro jadi semoga ada solusi jangka panjang buat semuanya to, buat kesejahteraan masyarakat juga to bgmn secara aturannya. Biar tidak ada korban lagi, kita sebagai polisi juga tidak ingin ada korban lagi,” ungkap mantan Kapolres OKU Selatan tersebut.
Insiden terbakarnya sumur minyak ilegal ini menjadi perhatian serius. Aparat kepolisian diharapkan dapat segera mengambil tindakan tegas untuk menertibkan aktivitas ilegal ini demi keselamatan masyarakat dan mencegah kerusakan lingkungan lebih lanjut. Selain itu, solusi jangka panjang terkait pengelolaan sumber daya alam di wilayah tersebut juga menjadi harapan banyak pihak. (Tim KomatSu)


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.