Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 11 Des 2025 20:33 WIB ·

Sumbar Terima Bantuan Rp1 Miliar dari Pemerintah Bengkulu


					Sumbar Terima Bantuan Rp1 Miliar dari Pemerintah Bengkulu Perbesar

Solidaritas Antarprovinsi: Bengkulu Serahkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Korban Bencana Sumbar

Padang, Sumatera Barat[DESA MERDEKA] Gelombang solidaritas antarprovinsi terus mengalir bagi korban bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat (Sumbar). Terkini, Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota, serta masyarakat se-Provinsi Bengkulu menyerahkan bantuan senilai Rp1 Miliar dalam bentuk uang tunai dan sejumlah bahan pangan.

Bantuan kemanusiaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, kepada Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, di Istana Gubernur Sumbar pada Kamis, 11 Desember 2025.

Gubernur Mahyeldi menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dukungan pemerintah dan masyarakat Bengkulu, menyebut bahwa bantuan tersebut hadir di saat yang sangat dibutuhkan, ketika masyarakat Sumbar tengah berjuang mengatasi dampak masif bencana.

“Kehadiran bantuan dari Bengkulu ini memberi optimisme baru bagi masyarakat Sumbar. Terima kasih atas bantuan dan dukungan yang sangat berarti ini,” ujar Mahyeldi, meyakini bahwa uluran tangan ini akan semakin memperkuat ikatan sejarah dan hubungan baik kedua provinsi tetangga.

Data Bencana: Korban Jiwa Capai 240 Orang
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Mahyeldi memaparkan data terbaru dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Sumbar. Per Kamis (11/12/2025), bencana tersebut telah mengakibatkan kerugian besar, tidak hanya pada sarana dan prasarana fisik, tetapi juga jatuhnya korban jiwa.

Mahyeldi merinci, jumlah masyarakat yang terdampak mencapai 296.307 jiwa. Data korban menunjukkan 240 orang meninggal dunia, 93 orang dinyatakan hilang, dan 382 orang mengalami luka-luka.

“Kerugian akibat bencana tidak hanya pada sarana dan prasarana fisik, tapi juga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa sebanyak 240 orang. Terbanyak berasal dari Kabupaten Agam, dengan 150 orang meninggal dunia di sana,” ungkap Mahyeldi.

Bentuk Cinta dan Apresiasi Kepemimpinan Mahyeldi
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menyampaikan bahwa bantuan ini berasal dari kepedulian masyarakatnya yang merasa terpanggil untuk membantu warga Sumbar. Helmi mengakui bahwa Sumbar dan Bengkulu memiliki ikatan sejarah yang cukup kuat sebagai provinsi tetangga.

“Kami tahu bantuan ini kecil dibanding kebutuhan di lapangan, tapi ini adalah bentuk cinta masyarakat Bengkulu untuk Sumatera Barat. Semoga bermanfaat dan dapat meringankan,” ucap Gubernur Helmi Hasan saat menyerahkan bantuan tersebut.

Helmi Hasan juga memberikan apresiasi khusus terhadap kepemimpinan Gubernur Mahyeldi. Ia menyoroti keputusan Mahyeldi yang membatalkan resepsi pernikahan putranya demi fokus penuh pada penanganan bencana yang sedang terjadi. “Itu keputusan yang sangat arif dan bijaksana. Patut diteladani,” pujinya.

Bantuan ini diharapkan dapat segera dimanfaatkan untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, serta membantu pemulihan kondisi psikologis dan ekonomi masyarakat yang terdampak.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

LPM dan Ikhtiar Menumbuhkan Partisipasi dari Akar Rumput

18 Juli 2026 - 22:42 WIB

Jelang Musim Tanam, Warga Kedungwaringin Gelar Hajat Bumi

16 Juli 2026 - 15:18 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 36: Kolaborasi Seni dan Teknologi

8 Juli 2026 - 13:54 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

4 Juli 2026 - 13:34 WIB

Ruas Jalan Desa Rusak Parah, Warga Loleo Berharap Perhatian Bupati Halmahera Selatan

3 Juli 2026 - 10:37 WIB

Bertaruh Nyawa di Tengah Laut: Potret Darurat Kesehatan Warga Desa Loleo dan Polindes yang Sekarat

30 Juni 2026 - 12:30 WIB

Trending di RAGAM