Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

LINGKUNGAN · 3 Sep 2024 20:45 WIB ·

Sumbar Komitmen Turunkan Emisi, Tingkatkan Serapan Karbon


					Sumbar Komitmen Turunkan Emisi, Tingkatkan Serapan Karbon Perbesar

Padang [DESA MERDEKA] – Sumatera Barat, dengan kekayaan hutannya yang luas, semakin menegaskan komitmennya dalam upaya pengendalian perubahan iklim. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sumatera Barat, Hansastri, saat membuka kegiatan Penyadartahuan Indonesia’s Folu NET SINK 2030 di Padang, Senin (2/9/2024).

Program Folu Net Sink 2030, yang merupakan salah satu inisiatif pemerintah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Dengan memiliki 54,43% wilayah berupa kawasan hutan, Sumbar memiliki potensi besar dalam menyerap karbon dan mengurangi dampak pemanasan global.

“Sumbar tidak hanya memiliki tantangan, tetapi juga peluang besar untuk mengelola sumber daya hutan secara berkelanjutan,” tegas Hansastri.

Potensi Besar, Capaian Signifikan

Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam rangka mencapai target penurunan emisi. Hasilnya pun cukup membanggakan. Berdasarkan data yang dipaparkan, potensi karbon hutan di Sumatera Barat meningkat sekitar 20% dalam lima tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pelestarian hutan yang dilakukan telah membuahkan hasil.

Lebih lanjut, Bappenas memproyeksikan bahwa hingga tahun 2024, Provinsi Sumatera Barat berpotensi menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 16,9 juta ton CO2 ekuivalen, melampaui target provinsi sebesar 14,1 juta ton CO2 ekuivalen yang ditetapkan untuk tahun 2030.

Sinergi untuk Masa Depan

Untuk mencapai tujuan yang lebih besar, Hansastri mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, sektor swasta, hingga akademisi untuk bersinergi. “Dengan sinergi yang kuat, kita dapat mewujudkan visi Sumatera Barat yang lebih hijau, sejahtera, dan berkelanjutan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar, Yozarwardi, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antar lembaga dalam mendukung pencapaian target Folu Net Sink 2030. “Semoga program ini menjadi jalan untuk kebaikan bersama, menjaga bumi ini untuk generasi mendatang,” ucapnya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 67 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menagih Janji Dam di Rumah Warga Sungai Duo

6 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Nestapa Karangsegar: Siklus Abadi Banjir dan Krisis Air

30 Juli 2026 - 15:16 WIB

Dari Sampah Menjadi Berkah di Akar Rumput Singosari

24 Juli 2026 - 07:32 WIB

Camat Singosari menerima penghargaan Kecamatan Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) Kabupaten Malang 2026 melalui inovasi Sanggar Lingkungan Singosari.

Puting Beliung Terjang Talun Rejo, Warga Menanti Bantuan Pemerintah

5 Juli 2026 - 20:33 WIB

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Trending di LINGKUNGAN