Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PEMDA · 1 Feb 2026 10:33 WIB ·

Sumbar Kejar Rekor Pemulihan Pasca-Bencana Senilai Rp18,9 Triliun


					Sumbar Kejar Rekor Pemulihan Pasca-Bencana Senilai Rp18,9 Triliun Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Sumatera Barat tidak ingin sekadar “tambal sulam” dalam menangani kerusakan infrastruktur akibat bencana. Melalui dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P), Pemprov Sumbar kini memacu dana pemulihan fantastis senilai Rp18,9 triliun. Menariknya, Sumbar tercatat sebagai salah satu provinsi dengan respons birokrasi tercepat di Indonesia dalam penyusunan dokumen strategis tersebut.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa angka belasan triliun tersebut bukan hanya untuk memperbaiki jalan atau jembatan yang putus, melainkan untuk membangun kembali ketangguhan daerah secara menyeluruh. Namun, Mahyeldi mengingatkan para kepala daerah agar tidak terlena dengan kecepatan administratif.

“Rapat koordinasi ini adalah forum penyempurnaan. Kami ingin memastikan tidak ada satu pun jembatan rusak atau layanan dasar warga yang luput dari pendataan,” tegas Mahyeldi dalam rapat koordinasi di Auditorium Gubernuran, Jumat malam (30/1/2026).

Membangun Lebih Baik dari Sebelumnya
Sudut pandang build back better (membangun kembali dengan lebih baik) menjadi ruh dalam penanganan pascabencana kali ini. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, rehabilitasi tidak boleh sekadar mengembalikan fungsi darurat, tetapi harus menghasilkan infrastruktur yang lebih kuat dari kondisi sebelum bencana.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, yang turut mengawal proses ini di tingkat pusat, memberikan apresiasi atas kecepatan kerja Pemprov Sumbar. Menurutnya, dokumen R3P Sumbar sudah ditandatangani dan diserahkan ke BNPB lebih cepat dibandingkan provinsi lain.

“Dana Rp18,9 triliun sudah dalam proses di tingkat pusat. Tugas bupati dan wali kota sekarang adalah menyiapkan langkah teknis seperti perencanaan dan lelang agar pengerjaan bisa tepat waktu,” ujar Andre.

Transparansi Data Lapangan
Meski dokumen utama telah diserahkan, forum ini membuka pintu “susulan” bagi daerah yang masih menemukan kerusakan baru. Pemprov Sumbar meminta bupati dan wali kota tetap objektif dalam menyampaikan fakta lapangan agar penggunaan dana jumbo tersebut benar-benar tepat sasaran.

Kehadiran pimpinan OPD, instansi vertikal, dan dukungan legislatif pusat menunjukkan soliditas lintas sektor. Dengan persiapan matang ini, Sumatera Barat diproyeksikan menjadi pilot project nasional dalam hal kecepatan dan kualitas pemulihan pascabencana yang berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pertanggungjawaban APBD Sumbar 2025: Pendapatan Tembus 99%

21 Juli 2026 - 09:13 WIB

Malaka Dapat 1.464 Rumah Bantuan Wilayah Perbatasan

15 Juli 2026 - 16:08 WIB

Ketua DPRD Sumbar: Orang Baik Jangan Jadi Penonton

12 Juli 2026 - 22:32 WIB

Jalan Kritis Kelok 44 Agam Ancam Ekonomi dan Wisata

11 Juli 2026 - 21:45 WIB

Sumbar Kunci 166 Ribu Hektare Sawah dari Pengembang

9 Juli 2026 - 14:50 WIB

Asap Dapur Mengebul, Buruh Tembakau Jombang Terima BLT

2 Juli 2026 - 14:58 WIB

Trending di PEMDA