Pemkab Jombang distribusikan 25.000 dosis vaksin PMK tahap II untuk amankan stok ternak Idul Adha 1447 H dan menjaga status zero case di Jawa Timur.
JOMBANG, Jawa Timur [Desa Merdeka] – Menjelang Idul Adha 1447 H, Pemerintah Kabupaten Jombang bergerak cepat membentengi sektor peternakan dengan mendistribusikan 25.000 dosis vaksin PMK tahap II. Langkah strategis ini diambil untuk menjaga status zero case sekaligus menjamin seluruh hewan kurban di wilayah penyangga Jawa Timur ini dalam kondisi sehat dan layak syariat.
Langkah ini menjadi krusial mengingat Jombang merupakan salah satu lumbung ternak utama yang menyokong kebutuhan kurban di Jawa Timur. Kehadiran vaksinasi masif ini memberikan kepastian bagi para peternak lokal untuk menjaga kondisi hewan tetap prima di tengah tingginya risiko penularan akibat lonjakan lalu lintas ternak antarwilayah.
Bentengi Status Zero Case PMK
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Jombang, drh. Azis Daryanto, menegaskan bahwa vaksinasi tahap II ini difokuskan pada penguatan antibodi permanen sebelum hari raya tiba. Sinergi antara pemerintah pusat melalui BBVF Pusvetma Surabaya dengan otoritas veteriner daerah menjadi kunci keberhasilan program ini.
”Pencapaian Jombang kembali ke status zero case PMK adalah hasil kerja keras kolektif. Namun, menjelang Idul Adha, kita tidak boleh lengah sedikit pun. Vaksin ini adalah jaminan bagi masyarakat bahwa hewan kurban dari Jombang benar-benar aman dan sehat,” ungkap Azis saat ditemui di lapangan, Senin (6/4/2026).

Perlindungan Ekonomi dan Kerja Cepat Vaksinator
Distribusi vaksin yang tepat waktu tidak hanya soal kesehatan, tetapi juga stabilitas ekonomi. Dengan jaminan kesehatan yang valid, kepercayaan pasar terhadap ternak asal Jombang tetap tinggi, sehingga menghindarkan peternak dari risiko kerugian akibat kematian mendadak atau penurunan harga jual.
Di lapangan, sebanyak 13 tim vaksinator telah dikerahkan secara simultan ke kantong-kantong peternakan di berbagai kecamatan. Mereka berkejaran dengan waktu untuk memastikan cakupan vaksinasi merata sebelum pasar hewan mencapai puncak keramaiannya dalam beberapa pekan ke depan.
Fokus utama pemerintah daerah saat ini sangat jelas: memastikan hari raya berlangsung khidmat dengan ketersediaan ternak berkualitas tinggi yang bebas dari ancaman wabah.(*)



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.