Cirebon, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Di tengah tren pemangkasan dana desa secara nasional, Desa Waledkota di Kabupaten Cirebon justru memilih untuk “berlari” lebih kencang. Lewat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dewata Prima, desa ini mencanangkan target ambisius: menyumbang Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp100 juta pada tahun 2026. Angka ini merupakan lonjakan drastis dibandingkan dua tahun terakhir yang stabil di angka Rp30 juta per tahun.
Kuwu Desa Waledkota, H. Affiat, menegaskan bahwa optimisme ini bukan sekadar angka di atas kertas. Saat melakukan monitoring unit usaha pada Jumat (20/2/2026), ia menekankan bahwa fondasi utama keberhasilan mereka adalah tertib administrasi dan transparansi yang ketat.
“Selama diawali niat baik dan berjalan sesuai mekanisme aturan, hasilnya pasti baik. Kami mengedepankan kepentingan umum di atas segalanya,” ujar Affiat yang juga menjabat sebagai Ketua FKKC Kecamatan Waled.
Digitalisasi dan Diversifikasi Usaha
Kunci dari lompatan pendapatan ini terletak pada adaptasi teknologi dan jeli melihat peluang pasar. Direktur BUMDes Dewata Prima, Linda Meiliana, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memetakan unit usaha yang relevan dengan kebutuhan zaman. Saat ini, BUMDes sukses mengelola layanan internet desa, layanan laku pandai (pembayaran elektronik), hingga menjadi inkubator bagi UMKM lokal.
Keberanian melakukan diversifikasi usaha ini merupakan respon cerdas terhadap kondisi keuangan daerah yang dinamis. “Kami harus mampu menggali sumber pendapatan mandiri. Transparansi dan laporan pertanggungjawaban yang akuntabel menjadi pijakan kami untuk terus berekspansi,” jelas Linda.
Membangun Desa Wisata Masa Depan
Tak berhenti pada layanan digital, Waledkota kini tengah mempersiapkan sektor pariwisata sebagai mesin uang baru. Pengembangan desa wisata diproyeksikan menjadi pendongkrak utama untuk mengamankan target Rp100 juta tersebut.
Dengan tata kelola yang profesional, BUMDes Dewata Prima tidak hanya mengejar profit, tetapi sedang membangun prototipe kemandirian ekonomi desa. Inisiatif ini membuktikan bahwa dengan inovasi dan kepatuhan pada aturan, desa di Kabupaten Cirebon mampu tegak berdiri meskipun tantangan anggaran terus membayangi.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.