Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

BUMDes · 18 Jul 2026 20:08 WIB ·

Dari Cafe Pelangi, Desa Dengkol Menyiapkan Generasi Z


					Dari Cafe Pelangi, Desa Dengkol Menyiapkan Generasi Z Perbesar

Malang, Jawa Timur[DESA MERDEKA] Suasana Cafe Pelangi Desa Dengkol mungkin tampak seperti kafe desa pada umumnya. Namun, di balik secangkir kopi yang tersaji, Pemerintah Desa Dengkol sedang membangun sesuatu yang jauh lebih besar. Tempat ini dipersiapkan sebagai ruang belajar, ruang berkarya, sekaligus ruang tumbuh bagi Generasi Z yang kreatif, inovatif, dan mandiri.

Gagasan tersebut mengemuka dalam Musyawarah Desa (Musdes) penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun 2027 yang berlangsung pada Jumat malam (10/7/2026). Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Desa Dengkol justru mengarahkan pembangunan pada investasi sumber daya manusia sebagai fondasi kemajuan desa di masa depan.

Desa Digital Dengkol
Desa Digital Dengkol: Musyawarah Desa Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa Dengkol tahun anggaran 2027

Cafe Pelangi Desa Dengkol Menjadi Ruang Kolaborasi Generasi Z

Pemerintah desa bersama BUM Desa sepakat mengembangkan Cafe Pelangi Desa Dengkol bukan sekadar sebagai unit usaha. Mereka ingin menjadikannya pusat kolaborasi bagi Generasi Z untuk belajar, menciptakan karya, serta membangun jejaring ekonomi kreatif.

Semangat itu mengemuka selama pembahasan Musdes.

“Kami ingin anak-anak muda memiliki ruang untuk tumbuh bersama desa. Mereka tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi menjadi pelaku yang menciptakan inovasi dan peluang usaha.”

Melalui pendekatan tersebut, desa berharap semakin banyak anak muda yang mampu mengembangkan kreativitas sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru tanpa harus meninggalkan kampung halamannya.

Desa Digital dan Cafe Pelangi Saling Menguatkan

Konsep ini sejalan dengan arah Permendesa PDT Nomor 13 Tahun 2025 tentang Sistem Informasi Desa (SID). Pemerintah Desa Dengkol memaknai desa digital bukan hanya sebagai penggunaan aplikasi administrasi atau pendataan warga.

Sebaliknya, desa ingin mengintegrasikan data, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekonomi dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Karena itu, pengembangan desa digital berjalan beriringan dengan penguatan BUM Desa. Cafe Pelangi Desa Dengkol akan menjadi ruang yang mempertemukan teknologi, kreativitas, dan kewirausahaan dalam satu wadah yang mudah diakses generasi muda.

Mencetak Konten Kreator hingga Wirausaha Muda

Untuk menghidupkan ruang kreatif tersebut, pemerintah desa bersama BUM Desa telah menyiapkan berbagai program.

Kegiatan itu meliputi:

  • Fun Run 5K.
  • Pelatihan desain grafis.
  • Kelas fotografi dan videografi.
  • Lomba konten kreator.
  • Pelatihan digital marketing.
  • Pelatihan kewirausahaan berbasis media sosial.

Melalui kegiatan tersebut, Generasi Z tidak hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka juga didorong menjadi kreator, pelaku UMKM digital, sekaligus wirausaha baru yang mampu menghasilkan nilai ekonomi dari kreativitasnya.

Pembangunan Desa Tidak Lagi Hanya Soal Infrastruktur

Pemerintah Desa Dengkol menyadari bahwa tantangan desa saat ini tidak lagi terbatas pada pembangunan fisik. Desa juga harus mampu mempertahankan talenta muda agar memiliki ruang untuk berkembang tanpa selalu mencari peluang di luar daerah.

Karena itu, pemerintah desa membangun ekosistem yang mempertemukan komunitas kreatif, pelaku UMKM, BUM Desa, serta Generasi Z dalam satu ruang kolaborasi.

Ketika ide, keterampilan, dan jejaring bertemu, desa memiliki peluang lebih besar untuk melahirkan inovasi yang memperkuat ekonomi sekaligus menjaga identitas lokal.

Di sisi lain, Musdes tetap menetapkan sejumlah prioritas pelayanan dasar, seperti peningkatan layanan kesehatan, pencegahan stunting, pendidikan, perlindungan sosial, serta penanganan banjir di kawasan permukiman.

Seluruh program tersebut saling melengkapi. Pemerintah desa ingin memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini sekaligus mempersiapkan kapasitas generasi masa depan.

Investasi Terbesar Desa Adalah Manusianya

Bagi Pemerintah Desa Dengkol, pembangunan tidak lagi dimaknai sebatas membangun jalan, drainase, atau gedung pelayanan. Desa juga harus membangun ruang belajar, ruang berkarya, dan ruang berwirausaha yang mampu menghubungkan potensi lokal dengan perkembangan teknologi digital.

Jika strategi ini berjalan secara konsisten, Cafe Pelangi Desa Dengkol akan berkembang menjadi lebih dari sekadar tempat menikmati secangkir kopi. Tempat ini berpeluang melahirkan desainer muda, fotografer, videografer, konten kreator, pelaku UMKM digital, hingga wirausaha baru yang tumbuh dari desa.

Di tengah keterbatasan anggaran, Pemerintah Desa Dengkol memilih berinvestasi pada aset yang paling berharga, yaitu manusianya. Ketika generasi muda memperoleh ruang untuk belajar, berkolaborasi, dan berinovasi, desa tidak hanya membangun ekonomi hari ini, tetapi juga menyiapkan pemimpin dan penggerak pembangunan untuk masa depan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Siasat BUMDes Bulukumba Tebar Benih Baru Saat Panen

9 Juli 2026 - 21:04 WIB

Dari Darurat Sampah Menuju Desa Unicorn

20 Juni 2026 - 21:27 WIB

BUMDes Sumba Timur Berbenah Raih Legalitas dan Kualitas

8 Juni 2026 - 05:47 WIB

Panen 1,3 Ton, BUMDesa Golo Kembangkan Jamur Kuping

29 Mei 2026 - 17:07 WIB

Mengail PAD Lewat Omzet Bisnis Gantangan Burung BUMDes

28 Mei 2026 - 11:16 WIB

Siasat Gagal BUMDes Lubuk Cuik Berujung Gadaikan Aset

18 Mei 2026 - 18:07 WIB

Trending di BUMDes