Jember, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Sebanyak 118 desa di Kabupaten Jember, Jawa Timur, memilih mengabaikan pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sementara itu, bagi 108 desa yang sudah mendirikannya, lembaga yang digadang-gadang menjadi mesin uang warga ini justru terjebak dalam kondisi mati suri. Dana Desa yang dialokasikan setiap tahun akhirnya menguap tanpa menghasilkan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat setempat.
Realitas di lapangan menunjukkan bahwa pendirian BUMDes selama ini sering kali hanya menjadi formalitas di atas kertas untuk menggugurkan kewajiban administratif. Alih-alih melahirkan inovasi usaha berbasis potensi lokal, tata kelola lembaga ini justru lumpuh karena dikerjakan oleh pengelola yang tidak memiliki jiwa kewirausahaan.
Kondisi tersebut diperparah oleh absennya sistem sanksi yang tegas bagi pengelola yang tidak kompeten. Akibatnya, manajemen operasional dijalankan secara asal-asalan tanpa adanya target capaian yang jelas.
Ancaman terbesar bagi keberlanjutan unit usaha ini justru lahir dari dinamika politik di tingkat lokal. Setiap kali terjadi pergantian kepala desa melalui pemilihan lokal, pengurus usaha yang lama kerap diganti secara sepihak demi mengakomodasi tim sukses baru. Intervensi politik ini secara instan merusak stabilitas manajemen dan membuat lini bisnis yang sudah berjalan mulus mendadak kacau balau.
Akar Masalah Utama:
Kombinasi antara minimnya kompetensi kewirausahaan pengelola dan tingginya intervensi politik pasca-Pilkades menjadi penyebab utama mandeknya roda ekonomi di ratusan desa Jember.
Melihat skala kerusakan manajemen yang terjadi, suntikan dana dari pusat akan menjadi sia-sia jika regulasi lokal tidak segera dibenahi. Pemerintah daerah harus memutus rantai salah urus ini dengan memperketat pengawasan, memberikan pendampingan profesional, serta merombak total sistem rekrutmen pengurus. Revitalisasi BUMDes harus diarahkan langsung pada sektor produktif yang konkret, seperti hilirisasi bisnis pascapanen pertanian dan pengelolaan pariwisata berbasis komunitas.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.