Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

BUMDes · 16 Mei 2026 14:40 WIB ·

Embung Kampung Jadi Mesin Uang Desa Tanjung Meranti


					Embung Kampung Jadi Mesin Uang Desa Tanjung Meranti Perbesar

Meranti, Riau [DESA MERDEKA] – Siapa sangka kawasan embung air di pelosok kampung bisa menjadi penyelamat ekonomi warga. Lewat tangan dingin Pemerintah Desa Tanjung, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti, area yang awalnya tidak optimal tersebut kini disulap menjadi objek wisata produktif bernama Telaga Air Merah. Tidak tanggung-tanggung, unit usaha yang dikelola BUMDes Tanjung Mandiri ini sukses menyetor Pendapatan Asli Desa (PAD) sebesar Rp183 juta pada tahun lalu.

Keberhasilan membalikkan fungsi komoditas lokal ini dirayakan lewat pembukaan Festival Telaga Air Merah ke-VI Tahun 2026 oleh Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, Sabtu (16/5/2026). Sinergi antara pemdes, BUMDes, dan PT Imbang Tata Alam (ITA) menjadi bukti bahwa keterbatasan geografis bukan halangan untuk mendongkrak ekonomi linear di tingkat tapak.

Mandiri Berkat Efek Domino Wisata
Dampak ekonomi dari Telaga Air Merah dirasakan langsung oleh dapur warga. Kepala Desa Tanjung, Muhammad Anas, menjelaskan bahwa kebersamaan mengelola potensi wisata terbukti menghasilkan kontribusi positif secara bertahap bagi masyarakat. Saat festival berlangsung, geliat ekonomi melonjak tajam berkat keterlibatan aktif Pokdarwis dan warga yang menyewakan rumah mereka sebagai homestay.

Selain mengandalkan perputaran uang dari sektor pelesiran, infrastruktur pendukung ekonomi makro desa turut dibenahi. Bersamaan dengan festival, Jalan Tanjung Darul Takzim sepanjang 1.600 meter dengan lebar 3 meter resmi dioperasikan. Uniknya, akses krusial untuk distribusi hasil perkebunan dan pertanian ini dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat dengan dukungan penuh dari pihak swasta.

Bukan Korporasi “Superman”, Tapi “Superteam” Desa
Perwakilan Manajemen PT ITA, Arif Hidayatullah, menegaskan pihaknya memilih menjadi bagian dari superteam bersama masyarakat ketimbang menjadi pahlawan tunggal. Semangat juang warga desa terpencil yang mampu mengubah keterbatasan menjadi destinasi wisata yang menarik pengunjung lintas daerah menjadi pelajaran berharga bagi dunia industri.

Festival tahun ini pun dikemas kaya akan identitas lokal, mulai dari lomba pacu sampan, mencucuk atap, hingga pertunjukan seni multietnik yang menyatukan warga suku Jawa, Sunda, dan Melayu. Langkah pelestarian ini ditutup dengan aksi penanaman pohon di kawasan wisata dan penyerahan santunan bagi 23 anak yatim, menegaskan bahwa pembangunan desa yang berkelanjutan wajib menjaga keseimbangan antara profit ekonomi, harmoni sosial, dan kelestarian lingkungan pesisir.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Strategi Ekonomi BUMDes Kebunagung Keluar dari Ketergantungan Wisata

27 Juli 2026 - 18:47 WIB

Ayam Petelur BUMDes Kebunagung Jadi Motor Ekonomi Desa

24 Juli 2026 - 15:12 WIB

Menaklukkan Tanah Pesisir, BUMDes Pasiran Panen Tonan Cabai

22 Juli 2026 - 06:01 WIB

Dari Cafe Pelangi, Desa Dengkol Menyiapkan Generasi Z

18 Juli 2026 - 20:08 WIB

Siasat BUMDes Bulukumba Tebar Benih Baru Saat Panen

9 Juli 2026 - 21:04 WIB

Dari Darurat Sampah Menuju Desa Unicorn

20 Juni 2026 - 21:27 WIB

Trending di BUMDes