Sumenep, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Keberhasilan Desa Kebunagung, Kecamatan Kota Sumenep, Jawa Timur, meraih predikat Desa Mandiri dari Kemendesa PDTT membongkar formula baru dalam pengelolaan tata ekonomi desa. Pemerintah desa setempat membuktikan bahwa ketahanan finansial masyarakat tidak boleh digantungkan pada satu sektor wisata musiman semata.
Langkah berani diambil oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kebunagung dengan melakukan ekspansi ke sektor pangan produktif. Pendekatan lintas sektor inilah yang menjadi pilar utama penilaian kemandirian, bukan sekadar nilai sejarah kawasan.
Menambal Fluktuasi Pendapatan Wisata
Selama ini, Kebunagung telanjur identik sebagai wilayah penyangga Keraton Sumenep karena keberadaan kompleks makam raja Asta Tinggi serta petilasan Goa Jeruk. Namun, pendapatan dari sektor wisata religi dan wisata petualangan air Lembung Konyek memiliki kelemahan dasar, yakni sangat bergantung pada kalender liburan dan kondisi iklim cuaca.

Guna mengantisipasi masa sepi pengunjung (low season), BUMDes Kebunagung mendirikan unit usaha budidaya ayam petelur secara mandiri. Bisnis peternakan ini berfungsi ganda:
* Sirkulasi Finansial: Menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) harian yang stabil di luar tiket masuk destinasi wisata.
* Ketahanan Pangan: Menyuplai kebutuhan protein hewani yang terjangkau bagi warga internal desa guna menekan angka stunting.
Inklusi Ekonomi Berbasis Food Court
Kombinasi bisnis hulu-hilir dijalankan secara terintegrasi. Hasil keuntungan dari sektor peternakan dikembalikan untuk membangun fasilitas fisik berupa kawasan food court dan lapak usaha gratis bagi pelaku UMKM lokal di sekitar titik keramaian sejarah.
“Kami mendesain penguatan BUMDes ini agar struktur manfaat ekonominya berputar langsung di dalam desa, melibatkan pemuda karang taruna hingga kelompok perempuan,” ungkap Kepala Desa Kebunagung, Bustanul Affa.
Skema penataan ini membebaskan desa dari ketergantungan mutlak pada kucuran Dana Desa APBN.
Replikasi Model Desa Mandiri
Keberhasilan tata kelola moneter Kebunagung ini layak menjadi rujukan bagi ratusan BUMDes lain di Madura yang sering kali mandek setelah membangun objek wisata fisik. Penguatan pada sektor pangan terbukti menjadi jaring pengaman ekonomi yang paling tangguh saat industri pariwisata mengalami kelesuan global.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.