Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

BUMDes · 5 Feb 2026 04:36 WIB ·

Desa Maguan Rembang Kini Punya “Pabrik” Telur Mandiri


					Desa Maguan Rembang Kini Punya “Pabrik” Telur Mandiri Perbesar

Rembang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Desa Maguan di Kecamatan Kaliori, Rembang, resmi berhenti menjadi sekadar pengelola administrasi. Lewat BUMDes “Taman Langit”, desa ini bertransformasi menjadi entitas ekonomi produktif dengan meluncurkan unit usaha peternakan ayam petelur. Langkah ini bukan sekadar mengejar profit, melainkan strategi cerdas untuk memutus rantai distribusi pangan yang panjang dan mahal.

Diresmikan pada pekan ini, Rabu (4/2/2026), peternakan tersebut menampung 500 ekor bibit ayam petelur (pullet) unggulan. Pemilihan komoditas telur didasari atas analisis pasar lokal yang stabil, mengingat telur merupakan sumber protein harian utama masyarakat yang permintaannya tidak pernah surut.

Ekosistem Ekonomi Sirkular dari Dana Desa
Keunikan proyek ini terletak pada visi jangka panjangnya yang mengusung konsep ekonomi sirkular. BUMDes Maguan tidak hanya berencana menjual telur mentah, tetapi juga akan mengolah limbah kotoran ayam menjadi pupuk organik padat. Pupuk ini nantinya akan didistribusikan kembali kepada para petani di Desa Maguan.

“Modal pembangunan bersumber dari Dana Desa yang dikelola transparan. Hasilnya harus kembali ke masyarakat, baik untuk infrastruktur maupun bantuan sosial,” tegas Kepala Desa Maguan. Dengan memproduksi sendiri, warga kini bisa mengakses protein hewani dengan harga yang lebih kompetitif dibandingkan harga pasar.

Teknologi Modern dan Penyerapan Tenaga Kerja
Meski berada di tingkat desa, manajemen kandang mengadopsi standar teknis yang matang. Penggunaan teknologi sanitasi modern diterapkan secara ketat guna memastikan operasional peternakan tidak menimbulkan bau yang mengganggu pemukiman warga.

Selain menjaga harmonisasi lingkungan, unit usaha ini mulai menyerap tenaga kerja lokal. Saat ini, lima warga asli Desa Maguan telah diberdayakan untuk mengelola operasional harian, mulai dari pemberian pakan hingga pemeliharaan kesehatan ternak.

Senjata Ampuh Melawan Stunting
Di balik aspek bisnisnya, peternakan ini mengemban misi sosial yang krusial: menekan angka stunting. Dengan ketersediaan telur yang melimpah dan murah di tingkat desa, pemenuhan gizi bagi anak-anak di Maguan menjadi lebih terjamin.

“Telur adalah kebutuhan pokok harian. Kami ingin menjamin ketahanan pangan warga sekaligus memperkuat Pendapatan Asli Desa (PADes),” ujar Eko Supriyanto, Bendahara BUMDes Maguan. Model bisnis ini diharapkan menjadi role model bagi desa lain di Rembang dalam mengoptimalkan sektor riil yang berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Strategi Ekonomi BUMDes Kebunagung Keluar dari Ketergantungan Wisata

27 Juli 2026 - 18:47 WIB

Ayam Petelur BUMDes Kebunagung Jadi Motor Ekonomi Desa

24 Juli 2026 - 15:12 WIB

Menaklukkan Tanah Pesisir, BUMDes Pasiran Panen Tonan Cabai

22 Juli 2026 - 06:01 WIB

Dari Cafe Pelangi, Desa Dengkol Menyiapkan Generasi Z

18 Juli 2026 - 20:08 WIB

Siasat BUMDes Bulukumba Tebar Benih Baru Saat Panen

9 Juli 2026 - 21:04 WIB

Dari Darurat Sampah Menuju Desa Unicorn

20 Juni 2026 - 21:27 WIB

Trending di BUMDes