Rembang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Desa Maguan di Kecamatan Kaliori, Rembang, resmi berhenti menjadi sekadar pengelola administrasi. Lewat BUMDes “Taman Langit”, desa ini bertransformasi menjadi entitas ekonomi produktif dengan meluncurkan unit usaha peternakan ayam petelur. Langkah ini bukan sekadar mengejar profit, melainkan strategi cerdas untuk memutus rantai distribusi pangan yang panjang dan mahal.
Diresmikan pada pekan ini, Rabu (4/2/2026), peternakan tersebut menampung 500 ekor bibit ayam petelur (pullet) unggulan. Pemilihan komoditas telur didasari atas analisis pasar lokal yang stabil, mengingat telur merupakan sumber protein harian utama masyarakat yang permintaannya tidak pernah surut.
Ekosistem Ekonomi Sirkular dari Dana Desa
Keunikan proyek ini terletak pada visi jangka panjangnya yang mengusung konsep ekonomi sirkular. BUMDes Maguan tidak hanya berencana menjual telur mentah, tetapi juga akan mengolah limbah kotoran ayam menjadi pupuk organik padat. Pupuk ini nantinya akan didistribusikan kembali kepada para petani di Desa Maguan.
“Modal pembangunan bersumber dari Dana Desa yang dikelola transparan. Hasilnya harus kembali ke masyarakat, baik untuk infrastruktur maupun bantuan sosial,” tegas Kepala Desa Maguan. Dengan memproduksi sendiri, warga kini bisa mengakses protein hewani dengan harga yang lebih kompetitif dibandingkan harga pasar.
Teknologi Modern dan Penyerapan Tenaga Kerja
Meski berada di tingkat desa, manajemen kandang mengadopsi standar teknis yang matang. Penggunaan teknologi sanitasi modern diterapkan secara ketat guna memastikan operasional peternakan tidak menimbulkan bau yang mengganggu pemukiman warga.
Selain menjaga harmonisasi lingkungan, unit usaha ini mulai menyerap tenaga kerja lokal. Saat ini, lima warga asli Desa Maguan telah diberdayakan untuk mengelola operasional harian, mulai dari pemberian pakan hingga pemeliharaan kesehatan ternak.
Senjata Ampuh Melawan Stunting
Di balik aspek bisnisnya, peternakan ini mengemban misi sosial yang krusial: menekan angka stunting. Dengan ketersediaan telur yang melimpah dan murah di tingkat desa, pemenuhan gizi bagi anak-anak di Maguan menjadi lebih terjamin.
“Telur adalah kebutuhan pokok harian. Kami ingin menjamin ketahanan pangan warga sekaligus memperkuat Pendapatan Asli Desa (PADes),” ujar Eko Supriyanto, Bendahara BUMDes Maguan. Model bisnis ini diharapkan menjadi role model bagi desa lain di Rembang dalam mengoptimalkan sektor riil yang berkelanjutan.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.