Kudus, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Desa Garung Lor kini tak lagi sekadar wilayah administrasi, melainkan pusat solusi bagi warganya. Melalui BUMDes Makmur Mandiri, desa di Kecamatan Kaliwungu ini berhasil menyulap kebutuhan harian masyarakat—mulai dari tempat parkir hingga urusan pajak kendaraan—menjadi mesin pencetak rupiah bagi Pendapatan Asli Desa (PAD).
Terobosan yang paling mencuri perhatian adalah kehadiran layanan Samsat Budiman. Inovasi ini memangkas birokrasi dan jarak, memungkinkan warga mencetak Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) langsung di kantor desa. Langkah ini membuktikan bahwa pelayanan publik kelas kota kini bisa hadir dengan sentuhan lokal yang lebih dekat dan cepat.
Optimalisasi Lahan Menjadi Tambang PAD
Selain layanan administratif, BUMDes Makmur Mandiri sangat jeli melihat peluang geografis. Berada di titik strategis yang dikelilingi kawasan pabrik, pasar, dan institusi pendidikan, mereka memaksimalkan pengelolaan unit usaha parkir.
Abdul Haris, Direktur BUMDes Makmur Mandiri, menjelaskan bahwa sektor parkir telah bertransformasi menjadi tulang punggung ekonomi desa. “Pendapatan dari pengelolaan parkir ini kontribusinya sangat nyata bagi PAD,” ujarnya. Alih-alih membiarkan lahan dikelola pihak luar tanpa kejelasan bagi desa, BUMDes hadir untuk memastikan setiap rupiah yang masuk kembali digunakan untuk pembangunan desa sendiri.
Inspirasi Kemandirian Desa Modern
Kesuksesan di Garung Lor menjadi sinyal kuat bahwa kemandirian ekonomi desa bukan lagi sekadar wacana. Kunci keberhasilannya terletak pada kombinasi antara pelayanan jasa (Samsat) dan pengelolaan aset fisik (lahan parkir) yang profesional.
Model bisnis ini diharapkan menjadi standar baru bagi ribuan BUMDes lain di Indonesia. Dengan tata kelola yang transparan dan inovatif, desa kini memiliki taring untuk tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru yang mandiri tanpa harus terus bergantung pada bantuan pusat.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.