Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

BUMDes · 12 Feb 2025 14:04 WIB ·

Samsat Masuk Desa: Strategi Cerdas BUMDes Garung Lor


					Samsat Masuk Desa: Strategi Cerdas BUMDes Garung Lor Perbesar

Kudus, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Desa Garung Lor kini tak lagi sekadar wilayah administrasi, melainkan pusat solusi bagi warganya. Melalui BUMDes Makmur Mandiri, desa di Kecamatan Kaliwungu ini berhasil menyulap kebutuhan harian masyarakat—mulai dari tempat parkir hingga urusan pajak kendaraan—menjadi mesin pencetak rupiah bagi Pendapatan Asli Desa (PAD).

Terobosan yang paling mencuri perhatian adalah kehadiran layanan Samsat Budiman. Inovasi ini memangkas birokrasi dan jarak, memungkinkan warga mencetak Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) langsung di kantor desa. Langkah ini membuktikan bahwa pelayanan publik kelas kota kini bisa hadir dengan sentuhan lokal yang lebih dekat dan cepat.

Optimalisasi Lahan Menjadi Tambang PAD
Selain layanan administratif, BUMDes Makmur Mandiri sangat jeli melihat peluang geografis. Berada di titik strategis yang dikelilingi kawasan pabrik, pasar, dan institusi pendidikan, mereka memaksimalkan pengelolaan unit usaha parkir.

Abdul Haris, Direktur BUMDes Makmur Mandiri, menjelaskan bahwa sektor parkir telah bertransformasi menjadi tulang punggung ekonomi desa. “Pendapatan dari pengelolaan parkir ini kontribusinya sangat nyata bagi PAD,” ujarnya. Alih-alih membiarkan lahan dikelola pihak luar tanpa kejelasan bagi desa, BUMDes hadir untuk memastikan setiap rupiah yang masuk kembali digunakan untuk pembangunan desa sendiri.

Inspirasi Kemandirian Desa Modern
Kesuksesan di Garung Lor menjadi sinyal kuat bahwa kemandirian ekonomi desa bukan lagi sekadar wacana. Kunci keberhasilannya terletak pada kombinasi antara pelayanan jasa (Samsat) dan pengelolaan aset fisik (lahan parkir) yang profesional.

Model bisnis ini diharapkan menjadi standar baru bagi ribuan BUMDes lain di Indonesia. Dengan tata kelola yang transparan dan inovatif, desa kini memiliki taring untuk tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru yang mandiri tanpa harus terus bergantung pada bantuan pusat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 67 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Desa Sriwulan Kendal: Ubah Wisata Jadi THR Warga

10 Maret 2026 - 17:44 WIB

Warga Satu Desa di Klaten Terima THR dari BUMDes

9 Maret 2026 - 18:51 WIB

Hidroponik Leyangan: Cara Desa dan Mahasiswa Cetak Cuan

8 Maret 2026 - 18:08 WIB

BUMDes Ketahanan Pangan: Belajar dari Yosofarm, Memulai dari Pekarangan Desa

8 Maret 2026 - 06:42 WIB

BUMDes Ratu Inzana Sulap Laba Usaha Jadi Sembako

5 Maret 2026 - 11:18 WIB

Malaka Setop Modal BUMDes: Audit Besar Bongkar Borok Keuangan

4 Maret 2026 - 16:53 WIB

Trending di BUMDes