Malaka, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] – Kepercayaan penuh dari pemerintah desa menjadi mesin utama penggerak kemandirian pangan di Desa Leunklot, Kabupaten Malaka, NTT. Melalui unit usaha ayam petelur, BUMDes Hidup Baru membuktikan bahwa transparansi dan tanggung jawab jauh lebih berharga daripada sekadar suntikan modal. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran 2026, unit usaha ini tetap berkibar tanpa ketergantungan pada tambahan dana desa.
Ketua BUMDes Hidup Baru, Ignasius Wendelinus Nahak, menegaskan bahwa kepercayaan adalah mandat yang harus dijawab dengan laporan berkala yang akuntabel. “Ada kepercayaan penuh dari kepala desa, dan itu kami jawab dengan pengelolaan yang transparan,” ungkap pria yang akrab disapa Iwan tersebut, Rabu (18/3/2026).
Kader Organisasi di Balik Kemudi Bisnis Desa
Sosok Iwan bukanlah pengusaha profesional sejak lahir. Ia adalah seorang guru honorer sekolah dasar yang meniti pengalaman di organisasi kemahasiswaan. Bekal manajerial dari masa aktivis itulah yang kini ia terapkan untuk mengelola aset desa secara terstruktur.
Saat ini, peternakan BUMDes mampu menghasilkan sekitar 270 butir telur setiap hari. Distribusinya pun strategis: enam rak diserap oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Taaba, sementara sisanya dijual langsung ke warga desa dengan harga terjangkau, Rp2.000 per butir. Hal ini menunjukkan bahwa BUMDes bukan sekadar entitas bisnis, melainkan pelindung ketahanan pangan warga.
Strategi Mandiri Tanpa Suntikan Dana Baru
Menariknya, di tahun 2026 ini, pengelola memilih jalan kemandirian finansial. Alih-alih mengemis alokasi dana desa tambahan, mereka mengoptimalkan laba penjualan untuk pengembangan usaha. Keuntungan yang terkumpul diputar kembali untuk mendatangkan indukan ayam baru guna memenuhi tingginya permintaan pasar di Kecamatan Weliman.
| Indikator | Pencapaian BUMDes Hidup Baru |
| Produksi Harian | 270 butir (9 rak) |
| Harga Jual | Rp2.000 per butir (murah & kompetitif) |
| Pasar Utama | Program MBG & Pelaku UMKM lokal |
| Status Anggaran | Mandiri (tanpa tambahan Dana Desa 2026) |
Menjadi Rujukan Nasional dari Malaka
Keberhasilan model pengelolaan berbasis kepercayaan ini menjadikan Desa Leunklot sebagai magnet studi banding bagi desa-desa lain di NTT. Para pengurus BUMDes dan kepala desa dari berbagai wilayah mulai berdatangan untuk mempelajari cara Leunklot mengubah dana desa menjadi unit usaha yang berkelanjutan.
Langkah ini membuktikan visi Kementerian Desa PDT: bahwa BUMDes yang hebat adalah yang mampu tumbuh sebagai entitas usaha mandiri, memperkuat ekonomi lokal, dan menjaga martabat desa melalui ketahanan pangan yang dikelola dengan kejujuran.

Bangun Desa untuk Negeri


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.