Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

PEMERINTAHAN · 12 Feb 2025 07:54 WIB ·

Strategi BUMDes Jadi Distributor Pupuk Demi Kedaulatan Pangan


					Strategi BUMDes Jadi Distributor Pupuk Demi Kedaulatan Pangan Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) kini dipersiapkan untuk mengambil alih peran vital dalam rantai pasok pertanian, terutama sebagai distributor pupuk bersubsidi. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto, mendorong BUMDes agar lebih agresif mengelola alokasi dana desa untuk ketahanan pangan guna menciptakan kemandirian ekonomi dari akar rumput.

Potensi BUMDes sebagai mesin uang desa sudah terbukti nyata. Yandri mencontohkan keberhasilan BUMDes Desa Sawit yang mampu meraup pendapatan fantastis hingga Rp28 miliar per tahun. Capaian ini menjadi bukti bahwa jika dikelola secara profesional, unit usaha desa bisa menjadi kekuatan ekonomi yang melampaui sektor swasta di perkotaan.

Memangkas Mafia dan Rantai Pasok Pupuk
Gagasan menjadikan BUMDes sebagai distributor pupuk bersubsidi muncul sebagai solusi atas keluhan klasik petani: kelangkaan dan akses yang sulit. Ketua Umum Apdesi, Anwar Sadat, secara tegas meminta pemerintah memberikan lampu hijau bagi BUMDes untuk memegang kendali distribusi pupuk di wilayahnya sendiri.

“Menjadikan BUMDes sebagai distributor akan memutus mata rantai distribusi yang panjang dan merugikan petani,” ungkap Anwar saat beraudiensi di kantor Kemendes PDT, Jakarta Selatan. Dengan jalur distribusi yang lebih pendek, efisiensi harga dan ketepatan waktu pengiriman pupuk diharapkan dapat terjaga, sehingga program ketahanan pangan nasional tidak hanya sekadar slogan.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Tantangan Profesionalisme
Dukungan pemerintah sebenarnya telah mengalir melalui berbagai kanal, seperti program “seribu desa ayam petelur” dari Kementerian Pertanian. Namun, pemerintah menyadari bahwa suntikan dana dan program saja tidak cukup. Dibutuhkan identifikasi masalah yang akurat dan pendampingan profesional agar BUMDes yang masih “jalan di tempat” bisa bangkit.

Pihak Apdesi menekankan bahwa transformasi BUMDes menjadi distributor pupuk memerlukan pelatihan manajerial yang intensif. Tantangannya adalah bagaimana mengubah pola pikir aparatur desa agar mampu mengelola unit bisnis secara akuntabel dan transparan. Jika sinergi ini berjalan, desa tidak lagi sekadar menjadi pasar bagi industri besar, melainkan menjadi produsen dan distributor mandiri yang berdaulat atas pangannya sendiri.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 69 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sanksi Menanti Tiga Kades Malaka Akibat Dana Desa Macet

25 Februari 2026 - 13:49 WIB

Sumatera Barat Jadi Laboratorium Nasional Penanganan Bencana Terpadu

24 Februari 2026 - 09:42 WIB

Akses Keadilan Menembus Desa: Kolaborasi Hukum Terbesar di NTT

21 Februari 2026 - 20:08 WIB

Mahyeldi Tagih Dana Pusat Demi Pulihkan Sumbar Pascabencana

21 Februari 2026 - 04:36 WIB

Sinergi Danantara dan BUMN Percepat Pembangunan Infrastruktur Sumbar

20 Februari 2026 - 08:19 WIB

Satu Warung Dibongkar, Polemik Tebang Pilih Satpol PP Tulungagung

19 Februari 2026 - 12:34 WIB

Trending di PEMERINTAHAN