Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 28 Mei 2023 23:13 WIB ·

Sitiarjo Menanti Air: 144 Hektar Sawah Terancam Puso


					<em>Anggota DPRD Komisi III, H. Mahrus Ali (kiri), berdiskusi dengan Ketua Gapoktan Desa Sitiarjo, Adi Sucipto (kanan), meninjau saluran irigasi yang rusak.</em> Perbesar

Anggota DPRD Komisi III, H. Mahrus Ali (kiri), berdiskusi dengan Ketua Gapoktan Desa Sitiarjo, Adi Sucipto (kanan), meninjau saluran irigasi yang rusak.

Malang, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Bayang-bayang gagal tanam kini menghantui petani di Desa Sitiarjo, Malang. Sekitar 144 hektar lahan persawahan di Dusun Krajan Kulon dan Kampung Gunung Tumo mengalami krisis pasokan air yang kronis. Ironisnya, kondisi ini merupakan “luka lama” yang tak kunjung sembuh sejak banjir bandang menerjang wilayah tersebut pada tahun 2022 silam.

Saluran irigasi yang hancur membuat petani kesulitan mengolah lahan. Sebagian petani bahkan terpaksa membiarkan sawah mereka telantar karena air tak kunjung mengalir. Jika tidak segera ditangani, ketahanan pangan dan ekonomi warga desa di wilayah selatan Malang ini berada dalam pertaruhan besar.

Anggota DPRD Komisi III H Mahrus Ali (kiri) ketua Gapoktan, Adi Sucipto (kanan)

Normalisasi Jadi Harga Mati
Merespons jeritan para petani, Anggota DPRD Komisi III Kabupaten Malang, H. Mahrus Ali, turun langsung meninjau lokasi pada Minggu (28/5/2023). Didampingi Ketua Gapoktan Desa Sitiarjo, Adi Sucipto, peninjauan ini menjadi titik terang bagi warga yang selama setahun terakhir merasa terabaikan pascabencana.

“Program normalisasi pengairan akan segera direalisasikan. Saya berharap program ini memberikan manfaat maksimal bagi petani sawah di Sitiarjo,” tegas Mahrus Ali. Ia juga menekankan bahwa urusan irigasi bukan hanya soal membangun, tapi juga menjaga. Masyarakat dan Gapoktan diminta berkomitmen merawat saluran agar aliran air bertahan lama dan tidak kembali rusak.

Gotong Royong Mengawal Janji
Kehadiran wakil rakyat ini disambut antusias oleh tokoh pemuda dan anggota Kelompok Masyarakat Desa (Pokmasdes) Lestari Mandiri. Mereka tidak hanya sekadar mendampingi, tetapi juga berkomitmen mengawal realisasi janji normalisasi tersebut agar tidak sekadar menjadi wacana di atas kertas.

Diskusi di lapangan juga berkembang pada upaya memajukan sektor pertanian desa secara menyeluruh. Dengan kehadiran perwakilan dari Dinas Sumber Daya Air Kabupaten Malang, harapan petani Sitiarjo kini tertumpu pada kecepatan eksekusi alat berat di lapangan. Bagi mereka, air adalah urat nadi desa yang harus segera dipulihkan sebelum musim tanam berikutnya terlewati dengan sia-sia.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 93 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Keteladanan 2 Kades di Biboki Selatan Tambal Jalan

14 Agustus 2026 - 16:34 WIB

Warga Dusun 2B Karang Sari Bangun Gapura Sambut HUT ke-81 RI, Semarakkan Desa HELAU

12 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Merah Putih di Gerbang Penyangga: Menjahit Swadaya Lewat Desa HELAU

11 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Pertahankan Ruang Hidup Pesisir, Nagari Ketaping Daulatkan Mitigasi Bencana

9 Agustus 2026 - 18:11 WIB

Tinggalkan Asumsi, RKP Banjararum 2027 Kini Berbasis Data!

9 Agustus 2026 - 15:59 WIB

Musdes Penetapan ID Banjararum2.

Ini, Cara Desa Langlang Pangkas Birokrasi Posyandu Lewat Genggaman

7 Agustus 2026 - 20:10 WIB

sigap melati
Trending di KABAR DESA