Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 26 Mar 2024 21:59 WIB ·

Simetromas Banyumas: Tera Ulang Cepat, Pengusaha SPBU Senang!


					Simetromas Banyumas: Tera Ulang Cepat, Pengusaha SPBU Senang! Perbesar

Banyumas [DESA MERDEKA] – Kabar gembira bagi para pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Banyumas! Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas, melalui Penjabat (Pj) Bupati Hanung Cahyo Saputro, meluncurkan Sistem Informasi Metrologi Banyumas (Simetromas) pada Selasa (26/3/2024). Aplikasi inovatif ini hadir untuk memangkas waktu layanan tera ulang Alat Ukur, Takar, Timbang, dan Perlengkapannya (UTTP) secara signifikan.

Sebelumnya, proses tera ulang UTTP memakan waktu hingga satu minggu. Akan tetapi, berkat Simetromas, layanan serupa kini dapat selesai hanya dalam satu hari. Pj Bupati Hanung Cahyo Saputro menyampaikan apresiasinya kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Banyumas, Titik Pujiastuti, serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) atas terwujudnya aplikasi ini.

Sejak mengemban tugas sebagai Pj Bupati Banyumas, Hanung memang berkeinginan kuat untuk menghadirkan terobosan dan inovasi dalam pelayanan publik. Kemudahan layanan tera ulang menjadi salah satu fokus utamanya. “Terobosan berupa Simetromas ini sudah dirasakan manfaatnya oleh pengusaha SPBU di Banyumas,” ungkap Hanung. Ia menambahkan, layanan tera ulang melalui aplikasi ini tidak dikenakan biaya, prosesnya lebih cepat, namun kualitas layanannya tetap terjaga.

Ke depan, Pemkab Banyumas berencana mengintegrasikan seluruh aplikasi layanan publik dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ke dalam satu platform terpadu. “Masyarakat cukup menggunakan satu aplikasi untuk mengakses berbagai informasi dan layanan,” lanjut Hanung. Aplikasi terintegrasi ini sedang dalam tahap pengembangan dan diharapkan rampung dalam waktu dekat. Nantinya, masyarakat dapat dengan mudah mengakses layanan tera ulang, informasi ambulans, laporan bencana, lowongan pekerjaan, hingga informasi hiburan melalui satu aplikasi.

Sementara itu, Kepala Dinperindag Kabupaten Banyumas, Titik Pujiastuti, menjelaskan bahwa Simetromas bertujuan untuk mendukung layanan tera ulang sebagai wujud perlindungan konsumen. Sebelumnya, seluruh proses tera ulang dilakukan secara manual. Pengusaha SPBU harus mengirimkan surat permohonan ke Dinperindag, kemudian tim metrologi akan datang ke lokasi, dan setelah selesai, pengusaha harus mengambil surat hasil pengujian di kantor dinas.

“Sekarang hampir semuanya dilakukan secara daring,” jelas Titik. Setelah SPBU mendaftar secara online, petugas akan datang untuk melakukan tera ulang. Lebih lanjut, surat hasil pengujian dapat dicetak sendiri oleh pelaku usaha. Proses ini dinilai lebih efisien, hemat waktu, serta mengurangi penggunaan kertas. Titik juga menambahkan bahwa Simetromas merupakan aplikasi pertama untuk layanan tera ulang di Jawa Tengah, bahkan mungkin di Indonesia.

Pemilik SPBU Pertamina 44.531.23 Karanglewas, H. Ahmad, mengaku sangat merasakan manfaat Simetromas. Proses tera ulang mesin dispenser Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi lebih praktis dan cepat. “Sebelumnya butuh waktu kurang lebih satu minggu,” katanya. “Namun sekarang langsung selesai. Kami berterima kasih atas adanya aplikasi ini karena lebih mudah, tanpa biaya, dan transparan.”

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 107 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Lumpuh Akibat Segel Warga, Pelayanan Kantor Desa Loleo Akhirnya Kembali Normal Usai Mediasi Alot DPMD Halsel

27 April 2026 - 16:54 WIB

Kepala Desa Jarang Ngantor Jadi Ancaman Serius Pembangunan

24 April 2026 - 22:13 WIB

Ekonomi Digital Desa: Koperasi Merah Putih Tembus Pasar Dunia

23 April 2026 - 09:32 WIB

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Optimisme Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa

21 April 2026 - 12:33 WIB

Trending di RAGAM