Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

DESA · 10 Feb 2025 21:41 WIB ·

Siltap Naik: Energi Baru Membangun Desa di Rembang


					<em> Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Rembang, Slamet Haryanto</em> Perbesar

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Rembang, Slamet Haryanto

Rembang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Kabar segar berembus bagi seluruh perangkat desa di Kabupaten Rembang. Pemerintah Kabupaten Rembang resmi menyuntikkan tambahan anggaran sebesar Rp10 miliar ke dalam Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2025. Kenaikan dari angka Rp97 miliar menjadi Rp107 miliar ini dipastikan akan mendongkrak Penghasilan Tetap (Siltap) para ujung tombak pemerintahan desa mulai tahun ini.

Langkah ini diambil bukan sekadar soal angka, melainkan strategi untuk memacu kualitas pelayanan publik dari level terbawah. Dengan pundi-pundi yang lebih tebal, para perangkat desa diharapkan memiliki motivasi lebih tinggi untuk melahirkan inovasi dan mempercepat pembangunan di wilayahnya masing-masing.

Standar Baru Penghasilan Perangkat Desa
Peningkatan ADD secara otomatis mengubah struktur pendapatan para pamong desa. Berdasarkan rincian terbaru, gaji pokok atau Siltap yang akan diterima setiap bulan kini telah disesuaikan dengan standar baru. Kepala Desa kini mengantongi Rp2.621.000, disusul Sekretaris Desa sebesar Rp2.403.000, dan perangkat desa lainnya sebesar Rp2.184.000.

Tak hanya itu, angin segar juga menyentuh Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Tunjangan jabatan bagi anggota BPD turut mengalami kenaikan. Peningkatan ini ditujukan agar fungsi pengawasan dan penyaluran aspirasi warga berjalan lebih tajam dan produktif.

Modal Utama Kemandirian Ekonomi Lokal
Efek domino dari kenaikan ADD ini diprediksi akan menyentuh sektor-sektor strategis di desa. Pemerintah Kabupaten Rembang memberikan ruang bagi desa untuk mengalokasikan dana tambahan tersebut pada program pemberdayaan masyarakat dan pembangunan infrastruktur yang lebih berdampak.

“Desa-desa di Rembang kini memiliki ruang gerak yang lebih luas untuk mandiri. Tambahan dana ini adalah modal untuk mewujudkan program inovatif yang langsung menyentuh perut ekonomi rakyat,” tulis pernyataan resmi pemerintah setempat.

Kenaikan anggaran ini menjadi pembuktian bahwa kesejahteraan perangkat adalah investasi jangka panjang. Jika para pelayan masyarakat di desa merasa cukup secara finansial, maka mimpi mewujudkan Rembang yang mandiri dan sejahtera dari pinggiran akan lebih cepat menjadi kenyataan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Banjararum Pacu Zero Stunting, e-HDW Jadi Senjata Menuju Generasi Emas 2045

25 Juli 2026 - 11:17 WIB

Rebutan Kursi BPD Sidodadi Banyuwangi: Dusun Krajan Memanas!

24 Juli 2026 - 18:47 WIB

TMMD Hadirkan NIB Gratis, UMKM Kesongo Naik Kelas

24 Juli 2026 - 14:12 WIB

Kuota Perempuan Terjaga, Wajah Inklusif BPD Desa Purorejo

24 Juli 2026 - 13:34 WIB

Sawah, Sejarah, dan Siasat Watugede Mandiri Tanpa Subsidi

23 Juli 2026 - 08:14 WIB

Rahasia Sukses Desa Banjararum: Administrasi Tertib, Ekonomi Melejit

22 Juli 2026 - 07:45 WIB

Trending di DESA