Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 29 Jun 2025 08:48 WIB ·

Silek Minangkabau: Napas Baru Identitas Sumatra Barat


					Silek Minangkabau: Napas Baru Identitas Sumatra Barat Perbesar

Padang [DESA MERDEKA] Wakil Gubernur Sumatra Barat, Vasko Ruseimy, yang juga menjabat Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumatra Barat, menegaskan komitmen kuatnya untuk terus menjaga, mengembangkan, dan menghidupkan kembali silek tradisional Minangkabau. Ia memandang silek bukan hanya seni bela diri, melainkan warisan budaya yang kaya filosofi hidup, identitas, dan martabat masyarakat Minangkabau.

“Silek bukan sekadar soal jurus dan tanding. Di dalamnya terkandung nilai, adat, dan akhlak. Ini warisan kultural yang wajib kita rawat dan kembangkan—tidak hanya dipelajari, tapi juga dihidupi,” ujar Vasko pada Minggu (29/6/2025).

Menurut Vasko, silek lahir dan tumbuh di surau, hidup dalam denyut nagari, serta mewujud dalam keseharian masyarakat. Setiap gerakan silek sarat akan pelajaran tentang kesabaran, penghormatan kepada guru, keteguhan prinsip, dan disiplin sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda.

Sejak awal masa jabatannya sebagai Wakil Gubernur, Vasko telah mengambil langkah konkret. Ia mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan seluruh SMA/SMK sederajat di Sumatra Barat untuk menjadikan ekstrakurikuler silek tradisi Minang sebagai bagian integral dari pendidikan karakter. Kebijakan ini tidak hanya memperkuat identitas generasi muda, tetapi juga membuka ruang lebih luas bagi regenerasi silek di tengah derasnya arus budaya global.

Langkah strategis ini disambut antusias oleh para rang tuo silek dan tokoh adat dari berbagai nagari. Mereka menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk keberpihakan nyata terhadap budaya sendiri, yang selama ini nyaris terpinggirkan di tanah kelahirannya.

“Jika silek tak hidup di tanah kelahirannya, di mana lagi ia akan tumbuh? Kita ingin anak-anak kembali mengenal gelanggang, bersentuhan dengan guru silek, dan memahami falsafah Minangkabau melalui gerakan serta nilai-nilainya,” tutur Vasko.

Ia menegaskan bahwa pelestarian silek tradisional Minangkabau merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi pembangunan kebudayaan di Sumatra Barat. Tujuannya adalah membentuk manusia Minang yang kokoh secara nilai, tangguh mentalnya, dan berakar pada warisan leluhur. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor—pemerintah nagari, dunia pendidikan, guru silek, tokoh adat, serta dukungan masyarakat luas—sangat dibutuhkan.

“Ini bukan program jangka pendek. Ini adalah komitmen lintas generasi. Kita ingin silek Minangkabau menjadi napas yang dicintai anak-anak muda kita. Melalui silek, mereka belajar nilai-nilai adat, ajaran Islam, dan karakter Minangkabau yang sejati. Dari surau ke sekolah, dari gelanggang ke dunia,” pungkasnya.

Melalui IPSI Sumatra Barat, Vasko juga tengah mempersiapkan berbagai program strategis, mulai dari pelatihan pelatih dan sertifikasi guru silek, hingga festival silek antar-nagari dan diplomasi budaya ke tingkat nasional maupun internasional. Komitmen ini bukan sekadar tentang budaya, melainkan tentang jati diri. Ini adalah keberanian masyarakat Minangkabau untuk menegakkan kembali warisan nenek moyang, menjadikannya pondasi peradaban yang kuat dan membanggakan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 167 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Air Kembali Mengalir, LPPM UNEJ dan PATPI Ringankan Beban Perempuan Desa Tadho

8 September 2026 - 08:53 WIB

Perempuan Desa Tado

Duka Pantai Selatan: Lelah Pamong Desa Menjaga Asa

5 September 2026 - 20:29 WIB

Lautan Cahaya Lilin Sambut Bunda Maria di Malaka

2 September 2026 - 22:47 WIB

Bukan Sekadar Sertifikat: Denyut Budaya Sumbar Ada di Tangan Masyarakat

29 Agustus 2026 - 16:46 WIB

Jangan Tangkap Ikan Kecil, Bongkar Bandar Togel Papua!

29 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Saat Legenda Prambanan Pindah ke Jalanan Subah Batang

22 Agustus 2026 - 20:36 WIB

Trending di SOSBUD