Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

SOSBUD · 24 Jan 2026 21:15 WIB ·

Silek Minang Jadi Ekskul Wajib: Sekolah Formal Kini “Berguru” pada Adat


					Silek Minang Jadi Ekskul Wajib: Sekolah Formal Kini “Berguru” pada Adat Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Pendidikan karakter di Sumatera Barat baru saja memasuki babak baru yang lebih berani. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat resmi menetapkan Silek Tradisi Minangkabau sebagai ekstrakurikuler wajib bagi seluruh siswa SMA, SMK, dan SLB di wilayah tersebut. Kebijakan ini menegaskan bahwa sekolah kini bukan hanya mengejar kompetensi akademik, melainkan menjadi garda terdepan penjaga jati diri bangsa.

Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, meluncurkan kebijakan strategis ini di Halaman Kantor Gubernur Sumbar, Sabtu (24/1/2026). Diikuti secara serentak oleh ribuan pelajar dan pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dari seluruh kabupaten/kota, momen ini menandai dimulainya gerakan budaya masif di sekolah formal.

Bukan Sekadar Fisik, Tapi Soal Adab
Vasko Ruseimy menekankan bahwa kebijakan ini diambil untuk menjawab tantangan zaman yang kian menggerus etika generasi muda. Menurutnya, menjadikan silek sebagai kurikulum wajib adalah upaya membumikan kembali filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

“Silek bukan hanya soal gerak fisik atau bela diri. Di dalamnya ada adab, etika sosial, musyawarah, dan spiritualitas luhur. Kita tidak lagi bicara wacana, tapi aksi nyata untuk mewariskan nilai-nilai Ranah Minang ini kepada siswa,” tegas Vasko.

Ia menambahkan bahwa silek harus kembali populer dan menjadi identitas yang dibanggakan para pelajar, baik di level nasional maupun panggung internasional.

Penerapan Terukur dengan Modul Standar
Meski wacana ini telah bergulir sejak Juli 2025, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Habibul Fuadi, menjelaskan bahwa saat ini program tersebut telah memiliki fondasi yang lebih kokoh. Pemprov Sumbar telah merilis modul pembelajaran terstandar agar kurikulum silek di seluruh sekolah berjalan seragam dan terstruktur.

Ekstrakurikuler silek ini nantinya tidak berdiri sendiri. Program ini akan diintegrasikan dengan kegiatan penguatan karakter lainnya yang sudah berjalan, seperti:

  • Program Tahfiz
  • Wirid Kolaborasi
  • Pramuka berbasis nilai lokal

Langkah ini diapresiasi oleh berbagai pihak, termasuk para tuo-tuo silek yang hadir dalam peluncuran tersebut. Kehadiran modul resmi ini diharapkan dapat memudahkan guru dan instruktur dalam menanamkan nilai luhur silek tanpa melenceng dari pakem tradisinya. Dengan kebijakan ini, Sumatera Barat berambisi mencetak generasi yang tak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki “mental petarung” yang tetap menjunjung tinggi kerendahan hati dan adab budaya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Tani Merdeka Salatiga Ubah Pola Pikir Bantuan Jadi Kemandirian

4 Mei 2026 - 09:28 WIB

Demokrasi Berkualitas Mulai dari Kesadaran Politik Warga Desa

2 Mei 2026 - 17:25 WIB

Jalan Pintas Talenta Desa Bekasi Menuju Piala Presiden

2 Mei 2026 - 11:44 WIB

Jurus Pebayuran Melawan Modernisasi: Pencak Silat Jadi Benteng Pemuda

2 Mei 2026 - 10:33 WIB

Narkoba dan Stunting di Sumbar Mengkhawatirkan, Isu LGBT Masih Jadi Perdebatan

30 April 2026 - 22:51 WIB

Modal Sosial Menguat dalam Tradisi Pelepasan Haji Pangkalpinang

30 April 2026 - 19:38 WIB

Trending di SOSBUD