Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 12 Feb 2025 11:04 WIB ·

Siasat Gubernur Mahyeldi Wujudkan Pembangunan Sumbar Bermodal Anggaran Terbatas


					Siasat Gubernur Mahyeldi Wujudkan Pembangunan Sumbar Bermodal Anggaran Terbatas Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Keterbatasan finansial daerah sering kali menjadi momok bagi pembangunan, namun Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memilih melihatnya sebagai tantangan untuk bertindak lebih presisi. Di tengah ketatnya ikat pinggang anggaran, Pemprov Sumbar kini memutar otak untuk memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan mampu menjawab ekspektasi publik tanpa ada yang terbuang sia-sia.

Dalam pembukaan Entry Meeting Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran di Auditorium Istana Gubernuran, Senin (10/02/2025), Mahyeldi menegaskan bahwa kunci utama dalam menghadapi defisit adalah kematangan rencana. Ia menuntut agar program kerja tidak lagi sekadar berjalan, melainkan harus tepat sasaran demi mewujudkan harapan masyarakat yang terus meningkat.

Fokus pada Lima Sektor Pemanusiaan
Langkah strategis diambil dengan melakukan pengawasan ketat melalui BPKP Sumbar. Kepala Perwakilan BPKP Sumbar, Arif Ardiyanto, mengungkapkan bahwa evaluasi kali ini dikunci pada lima sektor vital yang menyentuh langsung kualitas hidup manusia: pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, dan pariwisata.

Pilihan ini diambil sebagai filter untuk menyaring program-program yang berpotensi tidak efektif. Dengan mengidentifikasi celah pemborosan sejak dini, pemerintah dapat segera melakukan koreksi sebelum anggaran dialokasikan secara keliru. Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota menjadi harga mati agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan di lapangan.

Menyelaraskan Sumbar dengan Asta Cita
Mahyeldi juga menginstruksikan seluruh jajarannya untuk berkiblat pada program “Asta Cita” yang dicanangkan pemerintah pusat. Sinkronisasi ini bertujuan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi regional sekaligus menekan angka kemiskinan di pelosok Sumatera Barat.

“Kita harus bekerja keras dan memastikan perencanaan kita seirama dengan target nasional. Meski keuangan terbatas, target peningkatan kualitas hidup masyarakat tetap menjadi prioritas yang tidak boleh ditawar,” pungkas Mahyeldi.

Melalui evaluasi perencanaan yang lebih tajam, Sumatera Barat berupaya membuktikan bahwa keterbatasan dana bukanlah penghalang bagi kemajuan, asalkan dikelola dengan kejujuran dan ketepatan manajerial.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bukittinggi Pernah Jadi Penyelamat Republik, Wagub Vasko Usulkan Sumbar Jadi Daerah Istimewa

22 Juni 2026 - 10:06 WIB

Sekdaprov Sumbar Dorong Kolaborasi Masyarakat Lindungi Generasi Muda dari Narkoba

21 Juni 2026 - 17:44 WIB

Surplus, DPRD Sumbar Apresiasi Pemprov Kelola Anggaran APBD Tahun 2025

20 Juni 2026 - 13:32 WIB

DPRD Sumbar Kebut Perubahan Aturan Pajak Daerah, Kinerja APBD 2025 Dinilai Menggembirakan

19 Juni 2026 - 09:22 WIB

Penguatan BPBD: Perisai Baru Ketangguhan Nagari di Sumbar

18 Juni 2026 - 18:05 WIB

Data Akurat, Kunci Sukses Pembangunan Desa di TTU

18 Juni 2026 - 03:29 WIB

Trending di PEMDA