Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 21 Agu 2024 20:59 WIB ·

Siasat Anggaran Pembangunan Desa Purbalingga Rp43,39 Miliar


					Siasat Anggaran Pembangunan Desa Purbalingga Rp43,39 Miliar Perbesar

Purbalingga, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Uang puluhan miliar rupiah tengah mengalir deras ke akar rumput Purbalingga. Langkah ini bukan sekadar bagi-bagi insentif fiskal, melainkan strategi besar merombak wajah desa agar tidak melulu bergantung pada bantuan pusat.

Dalam kurun waktu dua tahun terakhir (2023–2024), Pemerintah Kabupaten Purbalingga resmi menggelontorkan dana jumbo sebesar Rp43,39 miliar. Alokasi fantastis ini dirancang khusus sebagai stimulus Bantuan Keuangan Khusus (BKK) guna menyokong anggaran pembangunan desa Purbalingga yang mandiri dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinpermasdes) Kabupaten Purbalingga, Eni Sosiatman, menegaskan bahwa dana ini wajib dioptimalkan oleh pemerintah desa setempat. Tujuannya tegas: mempercepat lahirnya desa yang berdaya saing tinggi.

Jika dibedah, guyuran dana ini mengalir dalam dua gelombang. Pada tahun 2023, anggaran yang dikucurkan menyentuh angka Rp28,09 miliar. Sementara itu, pada tahun 2024, Pemkab kembali menambah suntikan dana segar senilai Rp15,30 miliar.

Sudut pandang menariknya, Pemkab Purbalingga mulai menggeser paradigma lama. Alokasi dana puluhan miliar tersebut kini wajib dibagi seimbang: tidak hanya habis untuk memoles infrastruktur fisik seperti semen dan aspal, melainkan diprioritaskan untuk penanggulangan kemiskinan ekstrem serta program pemberdayaan masyarakat.

“Kami ingin pembangunan desa tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia,” ujar Eni Sosiatman meluruskan arah kebijakan.

Efek domino dari transformasi ini mulai terlihat dari cara kerja aparatur desa. Guna menjaga motivasi warga dan pamong desa, Pemkab Purbalingga menggelar karpet merah lewat ajang penghargaan bertajuk “Apresiasi Bangga Membangun Desa”. Penghargaan ini diberikan kepada wilayah yang terbukti transparan dan inovatif dalam mengelola keuangan serta pemberdayaan warga.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, berharap insentif dan penghargaan ini mampu memicu kompetisi sehat antarwilayah. Lewat pemanfaatan anggaran pembangunan desa Purbalingga yang tepat sasaran, ia optimis kualitas pelayanan publik di tingkat paling bawah akan meningkat drastis, sekaligus memastikan tidak ada desa yang tertinggal dalam garis kemiskinan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 85 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Krisis Air Kertagena Laok: Antara Hak Publik dan Dana Aspirasi

28 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Watugede Culture Festival 2026 Bukukan Transaksi Rp140 Juta

25 Agustus 2026 - 09:10 WIB

pembukaan watugede culture festival

Kursi Panas BPD Sosoh Buay Rayap Berakhir Damai

21 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Suara Kaum Marginal di Balik Gelar Desa Antikorupsi Nasional Banyubiru

21 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Puncak Gunung Es BSPS Malaka: Rakyat Miskin Dipaksa Nombok

21 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Diduga Beda Nama, Ijazah Balon Kades Karangsegar Dipersoalkan

19 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Trending di KABAR DESA