Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

SOSBUD · 1 Jun 2025 20:41 WIB ·

Sedekah Bumi Manduro: Syukur Panen dan Sakralnya Sendang Weji


					Suasana meriah sedekah bumi di Dusun Gesing, Desa Manduro, Jombang, dengan warga berebut hasil bumi sebagai simbol syukur dan kebersamaan. Perbesar

Suasana meriah sedekah bumi di Dusun Gesing, Desa Manduro, Jombang, dengan warga berebut hasil bumi sebagai simbol syukur dan kebersamaan.

Jombang, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Tradisi sedekah bumi kembali digelar meriah di Dusun Gesing, Desa Manduro, Kecamatan Kabuh, Jombang, Minggu (1/6). Kegiatan tahunan ini merupakan wujud syukur mendalam masyarakat atas melimpahnya hasil panen pertanian. Lebih dari sekadar perayaan panen, tradisi ini juga menjadi momen untuk mempererat tali persaudaraan dan menghormati warisan budaya leluhur.

Jamilun, Kepala Desa Manduro, menjelaskan bahwa sedekah bumi adalah bentuk sedekah atas hasil panen yang diberikan kepada seluruh masyarakat. “Ini juga ungkapan rasa syukur kami kepada Allah SWT yang telah memberikan rezeki berlimpah. Kegiatan ini kami lakukan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Sedekah bumi di Desa Manduro rutin dilaksanakan setiap awal Juni, bergantian di empat dusun. Tahun ini, Dusun Gesing mendapat giliran menjadi tuan rumah, dengan lokasi pelaksanaan di situs bersejarah Sendang Weji.

Sendang Weji, menurut Jamilun, memiliki nilai historis yang sangat penting sebagai salah satu cikal bakal terbentuknya Desa Manduro. “Sendang ini sudah ada sebelum masyarakat menempati desa ini. Konon, sendang ini dibangun oleh tokoh pewayangan Kyai Semar Sabdo Palon Noyo Genggong,” ungkapnya.

Air dari Sendang Weji dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari air minum hingga menyiram tanaman jagung dan tembakau, terutama saat musim kemarau. Menariknya, air di sendang ini tidak pernah kering, meskipun di musim kemarau panjang. Selain fungsi praktis, sendang ini juga dipercaya memiliki aura sakral, terutama pada masa sebelum tahun 1950-an. Bahkan, hingga kini banyak warga dari luar desa yang datang untuk meditasi, khususnya pada malam bulan Ruwah atau Selo.

Deswita, salah seorang warga Dusun Gesing, mengungkapkan antusiasme masyarakat terlihat dari keramaian saat pembagian jajanan hasil bumi. “Kami saling berebut karena ini bagian dari partisipasi kami dalam merayakan sedekah bumi yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Yang diperebutkan tadi antara lain jajanan, nasi, dan berbagai hasil bumi lainnya,” kata Deswita sambil tersenyum.

Tradisi sedekah bumi di Dusun Gesing ini tidak hanya menjadi momentum penting bagi warga untuk bersyukur, tetapi juga untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga. Tradisi yang kaya makna ini terus dijaga dan dilestarikan sebagai warisan budaya masyarakat Desa Manduro, Jombang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pawai 74 Nagari: Saat Budaya Jadi Napas Pembangunan

20 April 2026 - 21:17 WIB

Kebangkitan BKMT Sungai Limau: Dari Masjid Membangun Ekonomi Desa

19 April 2026 - 15:05 WIB

Satu Dekade Bobok Bumbung: Martabat Desa Lewat Bambu

19 April 2026 - 14:18 WIB

Siltap Langsung dari Pusat: PPDI Karangrejo Perkuat Barisan

18 April 2026 - 21:03 WIB

Silat Sumbar: Dari Nagari Menuju Panggung Olimpiade Dunia

13 April 2026 - 13:35 WIB

Sinergi Pers dan Aparat: Jaga Keamanan Parungpanjang Lewat Informasi

12 April 2026 - 21:12 WIB

Trending di SOSBUD