Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 1 Jun 2025 20:41 WIB ·

Sedekah Bumi Manduro: Syukur Panen dan Sakralnya Sendang Weji


					Suasana meriah sedekah bumi di Dusun Gesing, Desa Manduro, Jombang, dengan warga berebut hasil bumi sebagai simbol syukur dan kebersamaan. Perbesar

Suasana meriah sedekah bumi di Dusun Gesing, Desa Manduro, Jombang, dengan warga berebut hasil bumi sebagai simbol syukur dan kebersamaan.

Jombang, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Tradisi sedekah bumi kembali digelar meriah di Dusun Gesing, Desa Manduro, Kecamatan Kabuh, Jombang, Minggu (1/6). Kegiatan tahunan ini merupakan wujud syukur mendalam masyarakat atas melimpahnya hasil panen pertanian. Lebih dari sekadar perayaan panen, tradisi ini juga menjadi momen untuk mempererat tali persaudaraan dan menghormati warisan budaya leluhur.

Jamilun, Kepala Desa Manduro, menjelaskan bahwa sedekah bumi adalah bentuk sedekah atas hasil panen yang diberikan kepada seluruh masyarakat. “Ini juga ungkapan rasa syukur kami kepada Allah SWT yang telah memberikan rezeki berlimpah. Kegiatan ini kami lakukan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Sedekah bumi di Desa Manduro rutin dilaksanakan setiap awal Juni, bergantian di empat dusun. Tahun ini, Dusun Gesing mendapat giliran menjadi tuan rumah, dengan lokasi pelaksanaan di situs bersejarah Sendang Weji.

Sendang Weji, menurut Jamilun, memiliki nilai historis yang sangat penting sebagai salah satu cikal bakal terbentuknya Desa Manduro. “Sendang ini sudah ada sebelum masyarakat menempati desa ini. Konon, sendang ini dibangun oleh tokoh pewayangan Kyai Semar Sabdo Palon Noyo Genggong,” ungkapnya.

Air dari Sendang Weji dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari air minum hingga menyiram tanaman jagung dan tembakau, terutama saat musim kemarau. Menariknya, air di sendang ini tidak pernah kering, meskipun di musim kemarau panjang. Selain fungsi praktis, sendang ini juga dipercaya memiliki aura sakral, terutama pada masa sebelum tahun 1950-an. Bahkan, hingga kini banyak warga dari luar desa yang datang untuk meditasi, khususnya pada malam bulan Ruwah atau Selo.

Deswita, salah seorang warga Dusun Gesing, mengungkapkan antusiasme masyarakat terlihat dari keramaian saat pembagian jajanan hasil bumi. “Kami saling berebut karena ini bagian dari partisipasi kami dalam merayakan sedekah bumi yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Yang diperebutkan tadi antara lain jajanan, nasi, dan berbagai hasil bumi lainnya,” kata Deswita sambil tersenyum.

Tradisi sedekah bumi di Dusun Gesing ini tidak hanya menjadi momentum penting bagi warga untuk bersyukur, tetapi juga untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga. Tradisi yang kaya makna ini terus dijaga dan dilestarikan sebagai warisan budaya masyarakat Desa Manduro, Jombang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Air Kembali Mengalir, LPPM UNEJ dan PATPI Ringankan Beban Perempuan Desa Tadho

8 September 2026 - 08:53 WIB

Perempuan Desa Tado

Duka Pantai Selatan: Lelah Pamong Desa Menjaga Asa

5 September 2026 - 20:29 WIB

Lautan Cahaya Lilin Sambut Bunda Maria di Malaka

2 September 2026 - 22:47 WIB

Bukan Sekadar Sertifikat: Denyut Budaya Sumbar Ada di Tangan Masyarakat

29 Agustus 2026 - 16:46 WIB

Jangan Tangkap Ikan Kecil, Bongkar Bandar Togel Papua!

29 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Saat Legenda Prambanan Pindah ke Jalanan Subah Batang

22 Agustus 2026 - 20:36 WIB

Trending di SOSBUD