Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

SOSBUD · 30 Mei 2025 06:29 WIB ·

Sedekah Bumi Jati Wetan: Merawat Tradisi, Menjaga Lestari


					Sedekah Bumi Jati Wetan: Merawat Tradisi, Menjaga Lestari Perbesar

Kudus [DESA MERDEKA]Semarak tradisi Sedekah Bumi Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, kembali memukau ribuan warga. Acara tahunan yang kaya makna spiritual dan budaya ini mencapai puncaknya dengan pertunjukan seni ketoprak dari grup Langen Marsudi Budoyo pada Rabu (28/5) malam. Pagelaran ini bukan sekadar hiburan, melainkan juga upaya pelestarian budaya Jawa yang semakin langka di tengah arus modernisasi.

Halaman Balai Desa Jati Wetan telah dipadati ribuan masyarakat dari berbagai dusun dan desa sekitar sejak sore hari. Mereka antusias menyaksikan lakon “Tingkir Ngeratu” yang dibawakan dengan apik oleh Langen Marsudi Budoyo. Antusiasme penonton menjadi bukti nyata bahwa seni tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat.

Kepala Desa Jati Wetan, Agus Susanto, menegaskan bahwa tradisi Sedekah Bumi merupakan wujud syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Ini adalah bentuk terima kasih kami atas berkah hasil panen dan keselamatan selama setahun terakhir,” ujarnya. Lebih dari itu, Agus berharap tradisi ini dapat menjadi jembatan bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai budayanya sendiri. “Selain kegiatan keagamaan dan kirab, kami sengaja menghadirkan seni ketoprak yang sarat nilai moral dan sejarah agar generasi muda semakin dekat dengan akar budaya mereka,” tambahnya.

Kepala Desa Jati Wetan, Agus Susanto

Rangkaian kegiatan Sedekah Bumi telah dimulai sejak Jumat dengan acara khotmil Qur’an, dilanjutkan pada Sabtu dengan pembagian nasi jangkrik yang menjadi simbol kebersamaan. Puncak kemeriahan pra-ketoprak terjadi pada Minggu (25/5) dengan digelarnya kirab budaya yang diikuti 35 kontingen. Setiap kontingen menampilkan kreativitas luar biasa melalui berbagai kostum adat, pertunjukan seni, serta karya daur ulang yang menggambarkan kekayaan tradisi lokal dan kepedulian terhadap lingkungan.

Tak hanya itu, kemeriahan Sedekah Bumi juga diperkaya dengan Expo UMKM yang digelar sepanjang Jalan Krisna. Berbagai produk lokal hasil olahan masyarakat, mulai dari makanan khas, kerajinan tangan, hingga produk pertanian olahan, turut memeriahkan acara. Expo ini menjadi sarana promosi dan pengembangan ekonomi kreatif bagi warga Jati Wetan.

Pagelaran ketoprak Langen Marsudi Budoyo ditutup dengan tepuk tangan meriah dari penonton. Pertunjukan yang sarat pesan moral ini bahkan disiarkan langsung melalui media sosial dan kanal YouTube, memungkinkan jangkauan yang lebih luas. Melalui tradisi Sedekah Bumi ini, masyarakat Jati Wetan berharap desa mereka senantiasa dilimpahi berkah, dijauhkan dari bencana, serta hidup rukun, makmur, dan sejahtera. Tradisi ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya demi masa depan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Investasi Langit: Muhidi Tebar Motivasi di Masjid Jabal Rahmah

14 Maret 2026 - 13:08 WIB

Masjid Jati Lahirkan Generasi Qur’ani Lewat Apresiasi Nyata

14 Maret 2026 - 12:30 WIB

Cara Mudah Akses Bantuan Sosial Melalui Perda Sumbar Terbaru

14 Maret 2026 - 11:09 WIB

DPRD Sumbar Jaga Asa Anak Yatim Lewat Santunan

13 Maret 2026 - 23:31 WIB

Lobi Budaya Rp382 Miliar: Wajah Baru Seni Minangkabau

13 Maret 2026 - 22:12 WIB

Protes Menu MBG Pebayuran: Gizi Nasional atau Sekadar Kenyang?

11 Maret 2026 - 16:04 WIB

Trending di SOSBUD