Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

IPTEK · 14 Jul 2023 21:10 WIB ·

Samawaki Bantaeng: Nikah Langsung Bawa Pulang 7 Dokumen!


					Samawaki Bantaeng: Nikah Langsung Bawa Pulang 7 Dokumen! Perbesar

Bantaeng [DESA MERDEKA] Menikah biasanya identik dengan kerumitan mengurus administrasi baru, namun tidak bagi warga Kabupaten Bantaeng. Melalui aplikasi SAMAWAKI (Sistem Aplikasi Menikah Bawa Pulang Kartu Keluarga, KTP, dan Buku Nikah), pasangan pengantin baru kini bisa bernapas lega. Negara hadir memberikan “kado” instan berupa pembaruan status kependudukan yang tuntas tepat setelah akad nikah selesai.

Inovasi ini lahir sebagai solusi cerdas untuk mengatasi tingginya angka status perkawinan yang tidak tercatat dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Dibawah arahan Bupati Bantaeng, Dr. Ilham Azikin, Disdukcapil berkolaborasi dengan Pengadilan Agama dan Kementerian Agama untuk memangkas jalur birokrasi yang selama ini dianggap melelahkan.

Satu Kali Akad, Tujuh Dokumen Terbit
Kepala Disdukcapil Bantaeng, M. Ali Imran, menjelaskan bahwa SAMAWAKI mengusung sistem One Stop Service (OSS). Seluruh persyaratan integrasi data dilakukan secara daring melalui Kantor Urusan Agama (KUA). Efeknya sangat masif; pasangan suami istri tidak perlu lagi mengantre di kantor sipil setelah bulan madu.

Begitu janji suci diucapkan, pasangan tersebut langsung membawa pulang tujuh dokumen sekaligus:

  • Buku Nikah Suami
  • Buku Nikah Istri
  • Kartu Keluarga (KK) baru bagi pengantin
  • KTP elektronik Suami dengan status baru
  • KTP elektronik Istri dengan status baru
  • Kartu Keluarga orang tua (yang telah diperbarui)
  • Kartu Keluarga mertua (yang telah diperbarui)

Birokrasi Rasa “Pelayanan Hotel”
Langkah ini membuktikan bahwa Bantaeng konsisten menjadi lumbung inovasi. Setelah sukses dengan program kesehatan “Bendera Saskia” dan Terminal Darah, SAMAWAKI menjadi bukti bahwa layanan publik bisa dibuat seefisien layanan komersial.

“Rendahnya kesadaran masyarakat akan tertib administrasi sering kali karena prosesnya dianggap rumit. Dengan SAMAWAKI, kita balik logikanya: pemerintah yang jemput bola dengan memberikan kemudahan dan kepastian hukum saat itu juga,” tegas Ali Imran.

Integrasi ini bukan sekadar urusan cetak kertas, melainkan upaya besar memastikan setiap warga negara terlindungi hak sipilnya sejak hari pertama mereka membina rumah tangga. Dengan adanya sistem otomatis ini, data kependudukan Bantaeng dipastikan jauh lebih akurat dan mutakhir.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 151 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Waspada Wabah “Darah Pisang” Lumpuhkan Ekonomi Petani Flores Timur

7 Februari 2026 - 13:18 WIB

Satu Genggaman: Pangkalpinang Smart Integrasikan Data Kependudukan Nasional

4 Februari 2026 - 21:15 WIB

Digitalisasi Desa Krandegan: Bukan Sekadar Aplikasi, Tapi Solusi Nasional

15 Januari 2026 - 18:33 WIB

Mendes Yandri: Atlet Esports Desa Berpotensi Tembus Pasar Global

13 Januari 2026 - 18:47 WIB

Bus Esports Desa: Cara Mendes Yandri Ubah Hobi Jadi Cuan

8 Januari 2026 - 18:07 WIB

Teknologi Plasma Ozon Jamin Sayur Dapur SPPG Bebas Bakteri

23 Desember 2025 - 06:00 WIB

Trending di IPTEK