Malaka, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] – Hujan deras selama dua hari berturut-turut di Kabupaten Malaka bukan sekadar fenomena alam bagi warga Desa Wederok dan Ikumuan, melainkan “alarm” kegagalan drainase. Sebanyak 20 rumah warga terendam banjir akibat luapan saluran air yang dangkal dan tersumbat di sepanjang jalan utama Betun–Wederok, Selasa (10/2/2026).
Banjir ini menjadi sorotan karena genangan air yang lambat surut tidak hanya melumpuhkan aktivitas domestik di Dusun Wederok A, Wederok B, dan Ikumuan, tetapi juga mengancam umur infrastruktur jalan raya. Warga kini mendesak Pemerintah Daerah Malaka untuk berhenti menggunakan solusi sementara dan segera membangun deker (belah jalan).
Deker Sebagai “Napas Buatan” Bagi Pemukiman
Fransiskus Bria Fauk, warga Desa Wederok, menegaskan bahwa masalah utama bukan sekadar volume hujan, melainkan aliran air yang “tercekik” karena tidak adanya akses pembuangan yang cepat. Konstruksi deker atau belah jalan di bawah ruas utama Betun–Wederok dianggap sebagai solusi permanen untuk membuang debit air ke area yang lebih rendah.
“Kami minta perhatian Dinas PUPR Malaka. Air turun sangat lambat sehingga tergenang dan masuk ke rumah. Kalau ada deker, air bisa turun lebih cepat,” ungkap Fransiskus kepada desamerdeka.id.
Ancaman Kerusakan Jalan dan Keselamatan
Pantauan di lapangan menunjukkan luapan air tidak hanya menginvasi ruang tamu warga, tetapi juga menggenangi badan jalan. Hal ini menciptakan dua risiko besar: kerusakan struktur aspal yang tergerus air secara terus-menerus dan potensi kecelakaan bagi pengguna jalan yang melintas.
Hendrik, warga setempat lainnya, menambahkan bahwa kondisi drainase saat ini sudah tidak layak menyandang status sebagai saluran pembuangan. “Drainase sudah dangkal dan penuh sumbatan. Begitu hujan deras, air langsung melompat ke jalan dan rumah kami,” jelasnya.
Warga berharap Dinas PUPR tidak hanya sekadar melakukan normalisasi rutin, tetapi melakukan redesain sistem drainase yang lebih integratif, termasuk pendalaman saluran dan pembangunan deker sebagai prioritas di tahun anggaran ini agar siklus banjir tahunan ini dapat terputus.

Desa membangun Negeri


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.