Ciamis, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Memiliki website desa ternyata bukan jaminan informasi publik berjalan lancar. Di Kabupaten Ciamis, meski 95 persen desa sudah memiliki domain resmi desa.id, mayoritas justru “mati suri” setelah sekali unggah. Menjawab tantangan ini, Untung Bahtiar Setiawan, PIC Media Sosial dan Informasi Desa TPP Ciamis, meluncurkan strategi “Jurnalistik Instan” untuk menghidupkan kembali ruh digital di tingkat akar rumput.
Masalah utama kegagalan website desa selama ini bukan pada ketiadaan anggaran, melainkan pada rendahnya kapasitas pengelolaan konten. Untung mengungkapkan bahwa dari ratusan tenaga pendamping, awalnya hanya dua orang yang rajin menulis. Namun, digitalisasi media komunikasi kini mengubah peta permainan.
Strategi Google Form: Menulis Berita Tanpa Teori
Untung membedah pola sukses yang ia terapkan melalui portal tppciamis.my.id, dalam perbincangan pagi di program Ngobrol Desa episode 215, yang membahas TPP dan Jurnalistik Desa. Alih-alih memaksa perangkat desa belajar teori jurnalistik yang rumit, ia menyediakan “jalur tol” melalui Google Form standar.
“Cukup isi judul, tempat, tema acara, narasumber, dan unggah foto. Data itu kami olah secara profesional menjadi berita yang tervalidasi,” jelas Untung. Hasil olahan ini kemudian diunggah di dua tempat: website TPP Ciamis dan website desa masing-masing. Pola kolaborasi ini terbukti efektif membuat perangkat desa lebih produktif karena hasil kerja mereka dipublikasikan secara terhormat.

Efek Domino: Dari Website ke Cuan
Keberhasilan digitalisasi ini bukan sekadar gaya-gayaan. Desa-desa yang aktif seperti Desa Jalatrang dan Desa Handapherang mulai merasakan dampak ekonomi nyata. Dengan menampilkan inovasi desa dan produk UMKM di website, kunjungan studi banding dari luar daerah—mulai dari Jawa Timur hingga Aceh—terus berdatangan.
“Website adalah rumahnya, dan jurnalistik adalah makanannya. Tanpa aktivitas jurnalistik, rumah itu akan sepi dan tidak ada orang yang berkunjung,” tambah Untung.
Promosi Produk Lokal Secara Global
Di Ciamis, website desa kini bertransformasi menjadi pasar digital. Inovasi seperti produk Batik Jalatrang yang awalnya vakum, kini kembali hidup dan dipatenkan berkat promosi digital yang konsisten. Website juga menyediakan kanal khusus untuk jasa lokal seperti laundry online hingga produk unggulan lainnya, lengkap dengan kontak langsung pelaku usahanya.
Melalui langkah ini, tenaga pendamping desa tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga sebagai agen pemasaran yang membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui kanal informasi yang transparan dan akuntabel.
Redaksi Desa Merdeka

















[…] Bukan Sekadar Laporan Salah satu praktik baik yang bisa ditiru adalah penggunaan strategi “Jurnalistik Instan” di Ciamis. Dengan memudahkan perangkat desa mengirim informasi sederhana, berita bisa […]