Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

DESA · 4 Jun 2025 17:35 WIB ·

Saluran Air Ditutup, Warga Panderesan Resah Banjir Mengintai!


					Saluran air di Kampung Panderesan, Desa Bantarjaya, Bekasi, yang ditemukan tertutup oleh oknum warga, menimbulkan kekhawatiran banjir. Perbesar

Saluran air di Kampung Panderesan, Desa Bantarjaya, Bekasi, yang ditemukan tertutup oleh oknum warga, menimbulkan kekhawatiran banjir.

Bekasi [DESA MERDEKA] Saluran air yang baru rampung dibangun dua tahun lalu di Kampung Panderesan RT 02 RW 10, Desa Bantarjaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, kini justru menimbulkan polemik. Pasalnya, saluran vital tersebut ditemukan tertutup oleh oknum warga, diduga untuk kepentingan pribadi. Padahal, pembangunan saluran ini bertujuan krusial, yakni meminimalisir risiko banjir yang kerap melanda wilayah tersebut setiap musim hujan tiba.

Kondisi ini sontak memicu keprihatinan dari berbagai pihak, tak terkecuali Misru Ariyanto, anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Bantarjaya yang juga dikenal sebagai pemerhati desa. Ia sangat menyayangkan tindakan penutupan saluran air tersebut. Menurutnya, hal ini mengindikasikan minimnya kesadaran kolektif masyarakat dalam memelihara fasilitas umum yang telah dibangun dengan susah payah dan anggaran tidak sedikit.

“Sangat miris ketika melihat saluran air yang sengaja ditutup hanya untuk kepentingan pribadi. Warga berhak mengusulkan pembangunan, tetapi setelah dibangun, mereka juga punya tanggung jawab untuk merawatnya. Kalau semua dianggap urusan pemerintah, itu pemikiran yang keliru,” tegas Misru dengan nada prihatin.

Misru menambahkan bahwa menjaga fasilitas umum seperti saluran air bukanlah semata-mata tanggung jawab pemerintah desa, melainkan kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat. Tujuannya tentu demi kebaikan dan kenyamanan bersama. Jika kebiasaan merusak atau mengabaikan pemeliharaan infrastruktur terus berlanjut, Misru memprediksi bahwa dampak negatif seperti banjir, genangan air, hingga kerusakan jalan akan sulit dihindari.

“Ini soal kesadaran. Kalau satu warga tidak peduli, yang terdampak bisa satu kampung. Mari rawat bersama,” imbuhnya, mengajak seluruh warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

Warga setempat pun sangat berharap agar permasalahan ini segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait. Dengan begitu, saluran air dapat kembali berfungsi optimal dan lingkungan di Kampung Panderesan serta sekitarnya tetap terjaga dengan baik dari ancaman banjir yang bisa datang kapan saja. Kejadian ini diharapkan dapat menjadi pelajaran penting bagi seluruh masyarakat akan pentingnya kepedulian terhadap fasilitas umum demi kepentingan bersama.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dana Desa Situbondo Bermasalah: 16 Desa Terancam Dipolisikan

18 April 2026 - 01:21 WIB

Demokrasi Bantarjaya: Daftar Pemilih BPD Resmi Ditetapkan hari ini

16 April 2026 - 10:58 WIB

Soreang Digital: Strategi Mandiri Lewat Ikan dan AI

11 April 2026 - 03:17 WIB

Sengketa Lapak Popoh: Saat Realitas Sosial Beradu Aturan

11 April 2026 - 01:56 WIB

Prestasi vs Preseden: Nasib Desa Sukojati di Ujung Prosedur

11 April 2026 - 00:06 WIB

Lapak Panas Desa Popoh: Sengketa Adat atau Intimidasi?

10 April 2026 - 21:11 WIB

Trending di DESA