Bulukumba, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] – Langkah nyata memutus rantai stunting kini menjadi agenda prioritas di Desa Polewali, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba. Pada Kamis (4/6/2026), pemerintah desa bersama elemen masyarakat menggelar Rembuk Stunting sebagai tahapan krusial dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa tahun 2027. Forum ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan upaya strategis untuk memastikan generasi masa depan desa tumbuh sehat, berkualitas, dan bebas stunting.
Secara geografis, Desa Polewali yang terletak di wilayah Gantarang, Bulukumba, memiliki tantangan unik dalam menjangkau akses kesehatan dasar di pelosok dusun. Namun, efektivitas penanganan stunting di desa ini terbukti signifikan. Sepanjang tahun 2026, Desa Polewali berhasil mencatatkan penurunan angka prevalensi stunting yang cukup progresif, yakni turun sebesar 4,5% berkat intervensi gizi spesifik dan pemantauan kesehatan yang intensif. Capaian positif ini menjadi fondasi kuat untuk merencanakan target yang lebih ambisius pada tahun 2027 mendatang.
Kehadiran konsep “Posyandu Era Baru” yang disosialisasikan oleh Dinas PMD Kabupaten Bulukumba menjadi harapan baru. Posyandu kini bertransformasi menjadi pusat integrasi layanan yang tidak hanya fokus pada kesehatan ibu dan anak, tetapi mencakup enam layanan dasar, mulai dari pendidikan hingga perlindungan sosial. Integrasi ini diharapkan mampu mendekatkan pelayanan negara langsung ke pintu rumah warga.
Kepala Desa Polewali menekankan bahwa perencanaan pembangunan harus berpijak pada data riil lapangan. Senada dengan itu, Kepala Puskesmas Bontonyeleng menegaskan bahwa sinergi lintas sektor adalah kunci. Pencegahan stunting tidak cukup hanya lewat pemenuhan gizi, tetapi menuntut perbaikan sanitasi lingkungan dan pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin.
Dalam proses yang dipandu oleh Tenaga Ahli Pendamping Desa, para kader Posyandu dan tokoh masyarakat diajak membedah capaian intervensi tahun 2026 sebagai evaluasi untuk kebijakan tahun depan. Usulan intervensi spesifik dan sensitif pun dihimpun langsung dari akar rumput, memastikan setiap rupiah anggaran desa nantinya benar-benar menjawab kebutuhan warga.
Bagi masyarakat Desa Polewali, kegiatan ini adalah bentuk tanggung jawab kolektif. Dengan menguatkan kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan kader, target nol stunting bukan lagi sekadar angka di atas kertas, melainkan visi nyata yang diperjuangkan bersama. Melalui perencanaan yang matang di tahun 2027 nanti, Desa Polewali optimistis mampu mencetak generasi unggul yang siap membawa desa ke arah yang lebih maju dan sejahtera.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.