Agam, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Ramadan 1447 H menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk mengubah pola kunjungan tahunannya. Jika biasanya Safari Ramadan menyasar masjid-masjid besar di perkotaan, tahun 2026 ini Gubernur Mahyeldi Ansharullah memilih “menjemput bola” ke wilayah-wilayah yang masih memar akibat luka bencana hidrometeorologi.
Jumat (20/2/2026), rombongan tiba di Masjid Taqwa, Kampung Tangah, Nagari Salareh Air Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Lokasi ini sengaja dipilih karena rekam jejak pilu banjir bandang yang sempat menelan banyak korban jiwa. Kehadiran pemimpin di tengah reruntuhan yang mulai bangkit ini menjadi sinyal bahwa negara hadir di saat rakyat sedang merasa paling rapuh.
Kepedulian Moral di Balik Mimbar Masjid
Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa kunjungan ke Palembayan merupakan upaya “mendengar langsung” proses pemulihan yang sedang berjalan. Baginya, rehabilitasi infrastruktur tidak akan lengkap tanpa adanya dukungan moral bagi para penyintas.
“Kami memprioritaskan daerah terdampak bencana. Ini adalah bentuk kepedulian agar masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendirian saat berjuang untuk bangkit kembali,” ungkap Mahyeldi di hadapan jemaah.
Ucapan duka cita mendalam kembali disampaikan gubernur mengingat banyaknya nyawa yang hilang di nagari tersebut. Kehadiran ini sekaligus memastikan bahwa kolaborasi lintas sektor untuk rekonstruksi fasilitas umum tetap berada pada jalur yang tepat.
Zakat dan Hibah: Bahan Bakar Pembangunan Kembali
Bukan hanya membawa pesan moral, Safari Ramadan kali ini membawa “amunisi” fisik berupa bantuan total senilai ratusan juta rupiah. Pemprov Sumbar menyalurkan hibah Rp50 juta untuk renovasi masjid dan Rp25 juta bantuan tunai untuk warga.
Dukungan finansial juga mengalir dari BAZNAS Sumbar sebesar Rp195 juta, serta tambahan modal perbaikan dari Bank Nagari dan Jamkrida. Tak ketinggalan, ribuan Al-Qur’an dan bantuan perangkat daerah diserahkan sebagai simbol pemulihan aktivitas keagamaan di daerah bencana.
Bupati Agam, Benni Warlis, menilai langkah Gubernur sebagai penguat psikologis bagi warganya. Menurutnya, bantuan finansial memang penting, namun kehadiran fisik pimpinan di lokasi bencana adalah suntikan semangat yang tak ternilai harganya bagi warga yang sedang menata kembali kehidupan mereka yang sempat porak-poranda.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.